Terowongan Sapi Jadi Jalur Pintas Berbahaya di Bekasi

Terowongan Sapi Jadi Jalur Pintas Berbahaya di Bekasi

Bekasi, KPonline – Di bawah Jalan Tol Jakarta-Cikampek, tepatnya di Desa Pasirtanjung, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, terdapat sebuah lorong tanah yang dijuluki “Terowongan Sapi” oleh warga sekitar. Jalur ini menjadi andalan pengendara roda dua untuk memangkas waktu tempuh saat kemacetan terjadi disekitar pasar Tegal Danas.

Terowongan tersebut menghubungkan Jalan Inspeksi Kalimalang dengan kawasan Deltamas hingga Desa Sukamahi Cikarang Pusat. Akses ini kerap dipilih pengendara yang hendak menuju Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, AEON Mall, hingga kawasan industri Greenland International Industrial Center (GIIC).

Kondisi terowongan masih berupa tanah merah berbukit dengan taburan kerikil tajam. Permukaannya tidak rata dan hanya cukup untuk dua sepeda motor beriringan. Di bagian menanjak, kemiringan terasa cukup curam dan saat hujan turun, tanah berubah menjadi licin dan berlumpur sehingga meningkatkan risiko tergelincir.

Di dalam lorong, pencahayaan sangat minim. Cahaya hanya masuk dari kedua ujung terowongan, menyisakan bagian tengah yang gelap dan lembap. Dinding beton tampak kusam dengan bekas aliran air dan coretan grafiti.

Menjelang sore, suasana semakin ramai. Sejumlah penggembala melintas sambil menggiring sapi dan kambing dari lahan berbukit di sisi terowongan. Ardi salah satu karyawan di kawasan industri Greenland International Industrial Center (GIIC) mengaku hampir setiap hari melintasi jalur tersebut dengan sepeda motornya.

“Lebih enak jalan sini, cepat sampainya ditempat kerja, Kalau mau ke Mall Aeon paling 5 menit, kalau ke Pemda ya paling 20 menit,” Kata Ardi kepada koran perdjoeangan, Selasa (3/3/2026).

Menurutnya, jika harus memutar lewat Tegal Danas, waktu tempuh bisa membengkak hingga hampir satu jam saat macet.

“Kalau muter itu hampir satu jam kalau macet. Makanya mending lewat sini walau ngeri dikit,” katanya. Sebagai warga lokal, ia mengaku sudah terbiasa melintas bahkan pada malam hari.

Namun, tidak semua orang merasa nyaman dengan kondisi jalur ini. Beberapa pengendara yang tidak terbiasa melintas di sini mengaku merasa waspada dan takut tergelincir.

“Saya tidak berani lewat sini kalau malam, terlalu gelap dan licin,” katanya.

Warga sekitar berharap pemerintah dapat memperbaiki kondisi jalur ini agar lebih aman dan nyaman bagi pengendara. “Kami berharap pemerintah dapat memperbaiki jalur ini, agar lebih aman dan nyaman bagi kami masyarakat dan buruh yang sering melintas,” pungkasnya. (Yanto)