Sidoarjo, KPonline – Solidaritas tanpa batas kembali ditunjukkan oleh barisan Saudara Garda Metal Parin (SGP). Pada Senin (16/3/2026) perwakilan SGP bergerak mendatangi kediaman Erwin Adhi Setiawan dan Suprapto. Keduanya merupakan anggota Garda Metal yang saat ini sudah tidak bekerja di PT Pakarti Riken Indonesia (Parin), namun tetap setia dan aktif menjalankan instruksi organisasi.
Kedatangan tim SGP bertujuan untuk menyerahkan Tunjangan Hari Raya (THR) mandiri serta paket sembako. Menariknya, anggaran kegiatan rutin tahunan ini murni berasal dari “patungan” atau iuran sukarela seluruh anggota Garda Metal PT Parin sesaat setelah THR dari perusahaan cair.
Koordinator Unit Garda Metal PT Parin, Najib Haris, mengungkapkan rasa syukurnya atas tingginya partisipasi anggota dalam aksi sosial ini.
“Saat ini, FSPMI di PT Parin memiliki sekitar 120 anggota Garda Metal. Alhamdulillah, di Ramadhan kali ini lebih dari 90 orang berkenan ikut patungan THR. Ini membuktikan bahwa mayoritas anggota masih memiliki kepedulian yang sangat tinggi terhadap marwah organisasi,” ujar Najib.
Bagi SGP, anggota Garda Metal adalah aset berharga karena memiliki pemahaman organisasi yang lebih mendalam dibandingkan anggota biasa. Semakin banyak Garda Metal yang solid, maka organisasi akan semakin kuat, kritis, dan militan dalam mengawal jalannya organisasi sesuai AD/ART.
Pengurus SGP memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada sosok seperti Erwin dan Suprapto. Meski secara administratif sudah tidak berada di dalam pabrik, keduanya tetap menunjukkan dedikasi dalam menjalankan instruksi organisasi yang seringkali terkendala oleh masalah absensi bagi anggota aktif.
Aksi jemput bola ini bukan sekadar pemberian bantuan materi, melainkan bentuk pengakuan atas militansi mereka. Kepedulian yang ditunjukkan pengurus hari ini diharapkan menjadi bahan bakar semangat bagi Erwin dan Suprapto untuk terus berjuang bersama FSPMI.
Apa yang dilakukan oleh Saudara Garda Metal Parin menjadi bukti nyata bahwa di FSPMI, “Instruksi Organisasi” adalah harga mati, namun “Kesejahteraan Anggota” adalah nurani. Dengan merawat mereka yang telah berjasa, SGP sedang membangun fondasi militansi yang lebih kokoh bagi masa depan organisasi. Di sini, tidak ada kawan yang ditinggalkan, karena perjuangan adalah perjalanan panjang yang ditempuh bersama-sama.
(Khoirul Anam)


