Pelalawan, KpOnline-
Memasuki fajar tahun 2026, Ketua DPW FSPMI Riau, Satria Putra, secara resmi mengeluarkan maklumat perjuangan bagi seluruh buruh di Bumi Lancang Kuning. Dalam pidato arahannya, Satria Putra menegaskan bahwa tahun 2026 bukan lagi tahun untuk sekadar bertahan, melainkan tahun untuk merebut kembali kedaulatan dan kesejahteraan buruh yang selama ini terhimpit regulasi yang tidak berpihak,
Satria Putra menekankan bahwa kekuatan FSPMI Riau terletak pada kesatuan komando antara DPW, Konsulat Cabang (KC), Pimpinan Cabang (PC), hingga Pimpinan Unit Kerja (PUK), yang didukung penuh oleh pilar-pilar organisasi.
PETA JALAN PERJUANGAN “RIAU BANGKIT 2026”
Dibawah kepemimpinan Satria Putra, DPW FSPMI Riau menetapkan Mandat Instruksi yang wajib dijalankan oleh seluruh jajaran. Penguatan Struktur & Militansi (KC/PC/PUK): Satria Putra menginstruksikan seluruh pengurus di tingkat Cabang dan Unit Kerja untuk melakukan audit internal dan memperkuat barisan anggota. Tidak boleh ada satu pun anggota yang merasa berjuang sendirian.
Aktivasi Total Pilar FSPMI: Menggerakkan Garda Metal sebagai benteng pertahanan massa, LBH FSPMI sebagai tameng hukum, serta Media Perdjoeangan sebagai corong propaganda positif untuk menguasai opini publik di Riau.
Tuntutan Upah Sektoral & Hidup Layak: FSPMI Riau menargetkan perundingan upah yang lebih agresif di sektor migas, perkebunan dan sektor pulp kertas, memastikan hasil kekayaan alam Riau dinikmati secara nyata oleh pekerjanya.
Zero PHK Tanpa Pesangon Layak: Satria Putra menegaskan akan melawan setiap upaya PHK sepihak dengan aksi massa dan jalur hukum tanpa kompromi.
Pernyataan Tegas Satria Putra (Ketua DPW FSPMI Riau)
“Tahun 2026 adalah pembuktian jati diri kita! Saya instruksikan kepada seluruh jajaran KC, PC, PUK, dan seluruh Pilar FSPMI se-Provinsi Riau: Rapatkan Barisan! Jangan ada keraguan dalam melangkah. Kita adalah satu tubuh. Jika satu disakiti, maka seluruh kekuatan FSPMI di Riau akan bergerak melawan”.
“Dunia usaha harus paham, buruh Riau adalah mitra strategis, bukan sekadar pelengkap produksi. Jika hak-hak kami dikebiri, jangan salahkan jika jalanan di Riau akan menjadi saksi bisu kemarahan kaum buruh yang terorganisir”, ujar Satria.
Seruan motivasi untuk seluruh anggota FSPMI di pabrik-pabrik, di industri minyak, di hamparan perkebunan sawit dan industri Pulp & Kertas:
“Tegakkan kepalamu dibawah panji perjuangan FSPMI dan komando, kita akan menjemput keadilan. Ingatlah bahwa kemenangan tidak diberikan secara cuma-cuma; ia harus direbut dengan persatuan dan kesetiaan pada organisasi,” tegas Satria dalam pernjuangan.
SATU INSTRUKSI
SATU KOMANDO!
SATU PERLAWANAN!
HIDUP BURUH!
HIDUPFSPMI..
YES..YES..YES