Karawang, KPonline – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Barat bersama DPP FSPMI dan Konsulat Cabang (KC) FSPMI se-Jawa Barat menggelar Konsolidasi Akbar Pra May Day dan May Day 2026 tingkat provinsi.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Serba Guna KH. Ahmad Dahlan, Masjid Al Ghammar Muhammadiyah, Karawang, pada Jum’at Sore (10/4/2026), dan dihadiri oleh perwakilan KC FSPMI dari berbagai daerah seperti Karawang, Purwakarta, Subang, Cirebon Raya, Majalengka, Bandung, hingga Bandung Barat (KBB).
Dalam konsolidasi tersebut, Ketua DPW FSPMI Jawa Barat, Supriyadi “Piyong”, menegaskan pentingnya soliditas dan kesiapan seluruh elemen organisasi dalam menghadapi agenda besar gerakan buruh nasional.
Mengawali sambutannya, Piyong menyampaikan ucapan hangat kepada seluruh peserta yang masih dalam suasana pasca Idul Fitri.
“Taqabbalallahu minna wa minkum, minal aidzin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya, yang disambut penuh kekeluargaan oleh peserta konsolidasi.
Supriyadi yang juga masih menjabat sebagai Panglima Komando Nasional (Pangkornas) Garda Metal FSPMI ini menegaskan bahwa amanah sebagai Ketua DPW FSPMI Jawa Barat akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab, terutama dalam mengawal dua momentum penting perjuangan buruh, yaitu:
Aksi Nasional Pra May Day pada 16 April 2026
Peringatan May Day pada 1 Mei 2026 di Jakarta
Ia menekankan bahwa Jawa Barat harus menjadi kekuatan utama dalam menggerakkan massa buruh secara terorganisir, disiplin, dan militan.
“Kita harus memastikan Jawa Barat hadir dengan kekuatan penuh. Konsolidasi ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi langkah strategis untuk memastikan aksi nasional berjalan maksimal,” tegas Piyong di hadapan para peserta.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh jajaran KC dan PUK FSPMI untuk segera menindaklanjuti hasil konsolidasi dengan penguatan internal di masing-masing wilayah, sehingga target partisipasi dalam aksi nasional dapat tercapai secara optimal.
Dengan semangat kebersamaan pasca Lebaran, konsolidasi ini menjadi momentum penting untuk mempererat solidaritas serta memperkuat barisan perjuangan buruh di Jawa Barat.
FSPMI Jawa Barat pun optimistis, di bawah kepemimpinan Supriyadi Piyong, gerakan buruh akan semakin solid dan mampu memberikan tekanan kuat terhadap kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan pekerja dalam momentum May Day 2026.



