Kuantan Singingi, KPonline – Ratusan anggota Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menghadiri pertemuan akbar lintas serikat pekerja anggota (SPA) dan pimpinan unit kerja (PUK) se-Kabupaten Kuantan Singingi, Senin malam (16/02/2026), di Los Pasar Rabu, Desa Sungai Langsat.
Kegiatan yang mengusung tema “Songsong Ramadhan dengan Semangat Perjuangan, Bangun Kekuatan, Tegakkan Keadilan” ini berlangsung penuh semangat, meski hujan deras mengguyur sejak sore hari. Antusiasme anggota dari berbagai PUK menunjukkan bahwa solidaritas tetap menjadi energi utama gerakan buruh di Kuantan Singingi.
Pertemuan tersebut mempertemukan lintas SPA, diantaranya PUK Serikat Pekerja Dirgantara dan Transportasi (SPDT FSPMI) dan PUK Serikat Pekerja Perkebunan dan Kehutanan (SPPK FSPMI), sebagai bagian dari konsolidasi organisasi menjelang bulan suci Ramadhan sekaligus memantapkan agenda strategis tahun 2026.
Dalam orasinya, Ketua Konsulat Cabang FSPMI Kuantan Singingi, Jon Hendri, menegaskan bahwa FSPMI lahir dari kesamaan nasib pekerja/buruh yang hak-hak normatifnya kerap terabaikan. Karena itu, menurutnya, kekuatan organisasi hanya bisa dibangun melalui solidaritas yang kokoh.
Ia menekankan bahwa FSPMI merupakan organisasi satu komando yang terintegrasi dari pimpinan pusat hingga tingkat PUK. Disiplin organisasi dan komitmen kolektif menjadi syarat mutlak untuk menjaga marwah perjuangan.
“FSPMI tidak sekadar memperjuangkan hak normatif melalui advokasi hukum, tetapi juga membangun kualitas kader agar mampu menjadi garda terdepan dalam perjuangan ketenagakerjaan,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, FSPMI Kuantan Singingi menetapkan sejumlah program strategis tahun 2026, antara lain:
• Beasiswa pendidikan hukum bagi satu anak/kader FSPMI pada Tahun Ajaran 2026/2027, guna mencetak kader yang mampu menyusun Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan menangani sengketa Perselisihan Hubungan Industrial (PHI).
• Pelatihan Undang-Undang Ketenagakerjaan bagi 10 anggota setiap PUK di Kota Teluk Kuantan sebagai penguatan kapasitas basis.
• Pengawalan pembayaran THR agar sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Selain itu, FSPMI juga menegaskan komitmennya untuk bersatu apabila terdapat anggota yang mengalami PHK sepihak, upah tidak layak, maupun bentuk pelanggaran hak normatif lainnya.
Tak hanya fokus pada isu hubungan industrial, FSPMI Kuantan Singingi juga menjalankan fungsi sosial melalui perangkat organisasi seperti Jamkeswatch untuk pengawasan layanan BPJS Kesehatan serta Garda Metal dalam penanggulangan bencana.
Organisasi juga mendorong PUK di tingkat perusahaan untuk peduli terhadap masyarakat sekitar yang membutuhkan bantuan sosial, sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan sosial gerakan buruh.
Pertemuan akbar ini turut dihadiri perwakilan Pemerintah Kecamatan Pangean dan jajaran Polsek Pangean, sebagai bentuk sinergi antara organisasi pekerja, pemerintah, dan aparat keamanan dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Melalui konsolidasi ini, FSPMI Kuantan Singingi menegaskan bahwa solidaritas bukan sekadar slogan, melainkan pilar utama perjuangan menuju keadilan dan kesejahteraan bersama.