Jakarta, KPonline-Garda Metal FSPMI Bogor menunjukkan solidaritasnya kepada buruh Pabrik Kertas Indonesia (Pakerin) yang saat ini tengah bertahan dan menginap, menuntut hak pekerja di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Jakarta. Kamis, (29/1/2026). Kehadiran Garda Metal Bogor ini sebagai bentuk dukungan langsung terhadap perjuangan buruh dalam memperjuangkan hak-haknya.
Aksi solidaritas tersebut dipimpin langsung oleh Pangkorda (Panglima Koordinator Daerah) Garda Metal Bogor, Ananto Prasetya, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Garda Metal Bogor, Mulyana, yang akrab disapa Q-Punk. Keduanya hadir bersama jajaran anggota sebagai bentuk komitmen organisasi dalam mengawal perjuangan buruh Pakerin.
Garda Metal Bogor mulai menginap sejak Rabu, 28 Januari 2026, dan hingga saat ini masih berada di lokasi bersama para buruh. Kebersamaan ini dilakukan untuk memperkuat solidaritas, menjaga semangat perjuangan, serta memastikan buruh tidak berjuang sendirian.
Para buruh Pakerin memilih bertahan di Kemenkumham sebagai bentuk ikhtiar terakhir dalam mencari keadilan dan kepastian atas permasalahan yang mereka hadapi. Situasi tersebut mendapat perhatian serius dari berbagai elemen buruh.
Menurut Garda Metal Bogor, solidaritas adalah kekuatan utama dalam perjuangan kelas pekerja. Dukungan langsung di lapangan dinilai lebih bermakna dibanding sekadar pernyataan sikap, karena dapat memberikan dorongan moral bagi buruh yang sedang berjuang.
Kehadiran Garda Metal Bogor juga menjadi pesan tegas bahwa persoalan buruh Pakerin bukan hanya urusan internal perusahaan, melainkan masalah bersama yang menyangkut hak, martabat, dan masa depan kaum buruh.
Garda Metal Bogor menegaskan akan terus mengawal dan membersamai perjuangan buruh Pakerin hingga tuntutan mereka mendapat kejelasan dan penyelesaian yang adil sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.