Solidaritas Bukan Sekadar Slogan, Serikat Pekerja FSPMI Ikapharmindo Hadir untuk Anggota yang Membutuhkan

Solidaritas Bukan Sekadar Slogan, Serikat Pekerja FSPMI Ikapharmindo Hadir untuk Anggota yang Membutuhkan

Jakarta, KPonline — Kekuatan serikat pekerja tidak cukup diukur dari keberanian bersuara dalam memperjuangkan hak-hak buruh. Lebih dari itu, kekuatan organisasi diuji ketika anggotanya menghadapi kesulitan dan membutuhkan uluran tangan. Solidaritas harus nyata, bukan sekadar slogan.

Prinsip tersebut kembali ditunjukkan Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Aneka Industri (SPAI) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT Ikapharmindo Putramas Tbk. Pada Rabu (14/10/2026) pagi, bertempat di kantor sekretariat, PUK menyalurkan bantuan sosial kepada Eko Wahyudi, pengurus bidang organisasi Divisi Farma 1, yang anaknya telah menjalani perawatan di rumah sakit, serta Waldjinah, anggota Divisi Farma 1, yang ibunya juga telah menjalani perawatan di rumah sakit.

Bantuan diserahkan melalui jajaran pengurus dan pleno PUK sebagai bentuk kepedulian organisasi, sekaligus dukungan moral dan material bagi anggota yang keluarganya tengah menghadapi kondisi sulit. Meski tidak serta-merta menghapus beban yang ditanggung, kepedulian tersebut menjadi bukti bahwa persoalan anggota bukan semata urusan pribadi, melainkan juga bagian dari tanggung jawab sosial organisasi.

Eko Wahyudi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran pengurus serta seluruh anggota PUK Ikapharmindo atas bantuan dan doa untuk kesembuhan anaknya.

“Terima kasih banyak untuk kawan-kawan PUK Ikapharmindo atas bantuan untuk anak saya. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan, diberikan kesehatan, keberkahan, rezeki yang lancar, dan dimudahkan segala urusannya. Aamiin ya Allah,” ujar Eko Wahyudi.

Bagi gerakan serikat pekerja, solidaritas tidak boleh berhenti di meja perundingan, ruang konsolidasi, atau aksi memperjuangkan hak normatif. Solidaritas juga harus hadir dalam kehidupan nyata, terutama ketika anggota menghadapi persoalan keluarga, tekanan ekonomi, maupun situasi yang membutuhkan dukungan bersama.

Sebab, organisasi yang kuat bukan hanya organisasi yang mampu melawan ketidakadilan di tempat kerja, tetapi juga yang tidak membiarkan anggotanya berjuang sendirian ketika kesulitan datang. Di situlah solidaritas menemukan maknanya: bukan sekadar ucapan, melainkan tindakan nyata yang memperkuat ikatan dan menjaga martabat sesama pekerja.