Jakarta, KPonline-Dari panggung Deklarasi Perjuangan dan pembukaan Kongres V Partai Buruh, gaung perlawanan global menggema ketika Machris Cabreros, Global Coordinator Progressive Alliance, menyampaikan pidato yang menegaskan bahwa perjuangan buruh Indonesia kini menjadi bagian dari pertarungan kelas pekerja dunia.
Dengan membuka pidatonya melalui salam solidaritas internasional, Cabreros menyampaikan bahwa Progressive Alliance yang merupakan asosiasi partai-partai progresif dunia yang menaungi 102 partai politik dari berbagai negara memandang Kongres V Partai Buruh sebagai momen bersejarah dalam gerakan buruh. Bukan hanya bagi Indonesia, tetapi bagi gerakan progresif global yang tengah menghadapi tekanan oligarki, otoritarianisme, dan bentuk-bentuk penjajahan baru.
“Kongres ini adalah kesempatan untuk membangun kesatuan yang lebih besar. Bukan hanya di antara gerakan di Indonesia, tetapi juga antar partai dan pergerakan politik di seluruh dunia yang berbagi nilai kebebasan, keadilan sosial, dan solidaritas,” tegas Cabreros.
Ia menekankan bahwa dunia saat ini sedang berada dalam pusaran pergolakan politik dan sosial. Masyarakat, menurutnya, sengaja dipecah oleh kekuatan oligarki yang menjadikan krisis sebagai alat untuk memotong kesejahteraan rakyat dan pekerja. Dalam situasi itulah, persatuan sosial bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.
“Kita tidak boleh membiarkan masyarakat terus dipecah. Tugas gerakan progresif adalah menciptakan kesetaraan dengan derajat yang sama dan keadilan bagi seluruh pekerja,” ujar Cabreros.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa ide-ide besar yang lahir dari Kongres V Partai Buruh tidak boleh berhenti sebagai slogan. Gagasan tentang kesejahteraan, keadilan sosial, dan kebebasan harus diterjemahkan menjadi kerja nyata dan kebijakan konkret. Progressive Alliance, kata dia, siap mengerahkan dukungan dan solidaritas dari lebih dari 100 negara untuk mewujudkan cita-cita tersebut.
Pidato itu sekaligus menegaskan posisi Partai Buruh Indonesia sebagai bagian dari poros perjuangan kelas pekerja dunia. Cabreros menyebut, keberhasilan membangun kesejahteraan pekerja di Indonesia akan menjadi inspirasi dan kekuatan moral bagi gerakan buruh di berbagai benua, termasuk di negara-negara Global North.
“Kita ingin melihat Indonesia menjadi negara yang lebih adil bagi kelas pekerja. Dan kemenangan itu, jika tercapai, akan menggema ke seluruh dunia,” katanya.
Menjelang akhir pidato, Cabreros juga menyinggung pentingnya konsolidasi dan solidaritas internasional sebagai bagian dari persiapan politik ke depan, termasuk menghadapi agenda elektoral 2029. Ia menegaskan bahwa persatuan lintas negara adalah kunci untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Pidato ditutup dengan seruan khas perjuangan buruh lintas bangsa. “Mabuhay! Hidup buruh,” ucapnya dalam bahasa Filipina, menegaskan bahwa perjuangan kelas pekerja tidak mengenal batas negara.