Purwakarta, KPonline-Pasca gelaran Kongres VII dan Munas SPA 2026, DPP FSPMI melakukan konsolidasi organisasi. Agenda ini diselenggarakan di Kantor Konsulat Cabang FSPMI Purwakarta pada Selasa, (4/3/2026) dan menjadi momentum bagi para anggota federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia untuk terus merajut tali persaudaraan.
Sekretaris Jenderal FSPMI, Sabilar Rosyad, dalam sambutannya menegaskan bahwa saat ini fokus utama organisasi adalah rekonsiliasi total hingga ke tingkat akar rumput (grassroot).
Ia menyampaikan bahwa mandat Kongres memberikan kewenangan penuh kepada Presiden dan Sekjen untuk mengambil langkah strategis demi penyelamatan organisasi.
Rosyad mengungkapkan bahwa pihak DPP telah melakukan berbagai upaya, baik formal maupun informal, untuk merangkul kembali kawan-kawan dari berbagai sektor, termasuk sektor Elektronik Elektrik (EE) di wilayah Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta.
“DPP sudah melaksanakan amanah kongres untuk rekonsiliasi. Kami sudah mengundang teman-teman PC, baik di DKI, Jabar, maupun Banten. Kami akan terus mencoba. Kalau belum hadir, kita lakukan pendekatan lagi. Hari Jumat besok kita undang lagi. Ini semua demi menyelamatkan rumah besar kita,” ujar Rosyad.
Rosyad juga menyoroti adanya perubahan aturan terkait batasan usia pimpinan. Hal ini menandakan bahwa FSPMI kini memasuki era baru yang dipimpin oleh darah muda.
“FSPMI ke depan akan dipimpin anak-anak muda. Presiden kita sekarang lebih muda, Sekjennya juga masih masuk kategori muda. Artinya apa? Pergerakan organisasi ini akan berjalan makin kencang,” tegasnya.
“Bangga Berjuang Bersama” menjadi kutipan pesan spiritual, dimana Rosyad mengingatkan seluruh anggota untuk tidak bercerai-berai setelah adanya penjelasan yang terang benderang mengenai hasil Kongres dan Munas.
Ia pun menekankan bahwa tugas menjaga kesatuan bukan hanya di pundak Presiden atau Sekjen, melainkan kewajiban seluruh keluarga besar FSPMI.
Ia juga membeberkan makna di balik tema “Bangga Berjuang Bersama FSPMI”. Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan “kalimat magis” untuk membangkitkan memori kolektif anggota tentang sejarah panjang perjuangan mereka.
“Selama 27 tahun kita bersama. Memperjuangkan upah, membela kawan yang di-PHK, hingga urusan jaminan kesehatan. Saya ingin tema ini menjadi pengingat bagi mereka yang belum paham, agar timbul rasa kangen untuk kembali ke rumah. Pertolongan Allah akan datang secara tunai jika kita menjaga kesatuan hati,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Rosyad mengajak seluruh anggota untuk memperkuat barisan dan fokus pada tujuan utama, yaitu meningkatkan kesejahteraan anggota dan buruh Indonesia.