Satu Dekade Serikat FSPMI PT Win Textile: Refleksi Perjuangan dan Penghormatan Bagi Sang Pionir

Satu Dekade Serikat FSPMI PT Win Textile: Refleksi Perjuangan dan Penghormatan Bagi Sang Pionir

Purwakarta, KPonline – Suasana khidmat menyelimuti area pelataran Sekretariat malam ini. Di bawah temaram lampu dan lantunan ayat suci Al-Quran, puluhan pekerja yang tergabung dalam Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Aneka Industri Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PUK SPAI FSPMI) PT. Win Textile berkumpul. Bukan untuk melakukan aksi massa, melainkan untuk bersimpuh dalam doa, memperingati hari jadi organisasi yang ke-10, Minggu (12/04/2026).

Sepuluh tahun atau satu dekade bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah organisasi buruh di sektor industri tekstil untuk bertahan. Momentum ini pun diambil sebagai ajang refleksi dengan tema besar: “Satu Dekade Berdiri: Meneladani Masa Lalu, Menguatkan Masa Depan.”

Acara yang dikemas dalam bentuk pengajian ini terasa begitu emosional saat sesi doa bersama dipanjatkan. Nama almarhum Arif M. Saleh, mantan Ketua PUK SPAI FSPMI PT. Win Textile, berkali-kali disebut dengan penuh takzim. Sebagai sosok yang dianggap sebagai bapak bagi para anggota, dedikasi almarhum dalam meletakkan batu perjuangan di perusahaan textile tersebut dinilai tak ternilai harganya.

Salah satu Garda Metal yang telah bertahan sejak awal pembentukan organisasi Jefri Kurniasandi menyatakan bahwa semangat almarhum adalah napas bagi organisasi hingga saat ini.
“Kita tidak hanya merayakan angka 10, tapi kita merayakan keberlanjutan mimpi yang dulu dibangun bersama almarhum. Beliau mengajarkan bahwa integritas adalah harga mati dalam membela anggota,” ujarnya di sela-sela acara.

Sebagai simbol rasa syukur, sebuah tumpeng kuning besar yang dihias dengan sangat mewah menjadi pusat perhatian. Tumpeng tersebut nampak elegan di atas nampan, dikelilingi berbagai macam lauk pauk dan hiasan sayuran yang melimpah. Di puncak tumpeng, tegak berdiri logo peringatan 10 tahun dan logo kebanggaan FSPMI, melambangkan kejayaan dan kemandirian organisasi yang kini telah matang.

Warna kuning tumpeng yang cerah seolah merepresentasikan harapan agar di usia yang baru ini, PUK SPAI FSPMI PT. Win Textile semakin mampu memberikan terang bagi kesejahteraan anggotanya.

Selepas pengajian, acara dilanjutkan dengan diskusi santai namun mendalam terkait tantangan industri tekstil di tahun 2026. Di tengah dinamika ekonomi global yang tidak menentu, organisasi menekankan pentingnya Kesabaran yang Aktif. Sebuah konsep di mana anggota tetap menjaga kondusivitas kerja namun tetap gigih dan cerdas dalam memperjuangkan hak-hak normatif.

Bagi anggota yang dikenal agamis, momentum pengajian ini menjadi pengingat bahwa berorganisasi adalah bagian dari ibadah. Mencari nafkah yang halal melalui jalan serikat pekerja yang benar dianggap sebagai jihad ekonomi untuk keluarga.

Ketua PUK Mulyana menegaskan bahwa agenda besar ke depan adalah penguatan kaderisasi. “Tugas kami sebagai pengurus adalah memastikan estafet perjuangan ini jatuh ke tangan anak-anak muda yang memiliki militansi yang sama, namun dengan cara-cara yang lebih adaptif terhadap teknologi dan perkembangan zaman,” tegasnya.

Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng dan ramah tamah antar anggota. Satu dekade telah terlewati dengan berbagai badai yang berhasil dilalui. Kini, PUK SPAI FSPMI PT. Win Textile bersiap melangkah menuju dekade kedua dengan barisan yang lebih rapat, hati yang lebih ikhlas, dan tekad yang semakin kuat untuk terus menjadi mitra yang bermartabat bagi perusahaan sekaligus pelindung yang tangguh bagi kaum buruh.