Sambutan Konsulat Cabang FSPMI Gresik: Dari Pabrik ke Publik, Buruh go Politik

Sambutan Konsulat Cabang FSPMI Gresik: Dari Pabrik ke Publik, Buruh go Politik

Gresik, KPonline – Konsulat Cabang FSPMI Gresik kembali menegaskan arah perjuangan gerakan buruh yang lebih maju dan strategis. Hal itu disampaikan langsung oleh Fery Andriyanto, Ketua Konsulat Cabang FSPMI Gresik, dalam sambutannya pada acara Pelantikan Pimpinan Unit Kerja (PUK) PT SMS-BSM Gresik, Sabtu (31/1/2026).

 

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Fery menekankan bahwa perjuangan buruh tidak boleh berhenti di dalam pagar pabrik semata. Menurutnya, selama ini buruh sudah kuat dalam melakukan perjuangan normatif melalui konsep lobi dan aksi, namun tantangan ke depan menuntut gerakan buruh untuk naik kelas, yakni masuk ke ruang-ruang pengambilan kebijakan publik.

 

“Dalam pendidikan serikat pekerja, kita diajarkan konsep lobi dan aksi. Dari pabrik ke publik. Buruh go politik. Ini bukan pilihan, tapi keharusan,” tegas Fery di hadapan peserta pelantikan.

 

Ia menjelaskan bahwa banyak persoalan buruh yang tidak bisa diselesaikan hanya melalui perundingan bipartit atau bahkan tripartit. Upah murah, sistem kerja kontrak dan outsourcing, hingga lemahnya perlindungan hukum, semuanya bersumber dari kebijakan yang tidak berpihak kepada kaum buruh.

 

“Oleh karena itu, selain berjuang di perusahaan, ada perjuangan yang menjadi harapan kita bersama, yaitu memperjuangkan dan mengubah kebijakan,” lanjutnya.

 

Fery menegaskan bahwa FSPMI telah memiliki kendaraan politik sendiri, yaitu Partai Buruh, sebagai alat perjuangan konstitusional untuk memastikan kebijakan yang lahir benar-benar berpihak pada kesejahteraan pekerja.

 

“Bagaimana cara kita mengubah kebijakan? Jawabannya adalah dengan menguasai kendaraan politik kita sendiri. Melalui Partai Buruh, kita pastikan suara buruh hadir dan menentukan arah kebijakan,” pungkasnya.

 

Sambutan tersebut menjadi penguat semangat bagi seluruh anggota PUK PT SMS-BSM Gresik bahwa perjuangan buruh harus terorganisir, terdidik, dan terarah.

 

Buruh bersatu, bergerak, dan berkuasa. Dari pabrik menuju perubahan kebijakan.

 

(Kontributor Gresik)

Pos terkait