Said Iqbal Ungkap Sejarah dan Militansi Garda Metal di Munas V Garda Metal

Said Iqbal Ungkap Sejarah dan Militansi Garda Metal di Munas V Garda Metal

Bekasi, KPonline-Ketua Majelis Nasional Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) yang juga Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh, Said Iqbal, mengungkap sejarah awal terbentuknya Garda Metal dalam pidatonya pada Musyawarah Nasional (Munas) V Garda Metal FSPMI.

Kegiatan yang digelar di Omah Buruh pada Senin (13/4/2026) itu mengusung tema “Bagi Kami Lebih Penting Persatuan Dari Sekedar Jabatan,” dan menjadi momentum konsolidasi serta refleksi panjang perjalanan salah satu pilar organisasi serikat pekerja FSPMI.

Dalam pidato sambutannya, Said Iqbal mengenang awal mula terbentuknya Garda Metal sekitar tahun 2006–2007. Ia menyebut sejumlah tokoh seperti Obon Tabroni, Baris Silitonga, dan Isnaeni Marzuki yang saat itu datang meminta izin kepadanya untuk membentuk organisasi tersebut.

“Pada sekitar 2006-2007, Obon Tabroni, Baris Silitonga dan Isnaeni Marzuki meminta izin kepada saya untuk membentuk Garda Metal,” ungkapnya di hadapan peserta Munas.

Said Iqbal kemudian mengulas bagaimana gerakan buruh sangat ditakuti di masa lalu, khususnya di era Pemerintahan Suharto. Menurutnya, kekuatan utama buruh terletak pada kemampuan melakukan pemogokan.

“Dulu gerakan buruh sangat ditakuti. Pemogokan adalah senjata pamungkas. Tanpa pemogokan, gerakan buruh tidak berarti apa-apa,” tegasnya.

Ia juga menyinggung sejarah penting pemogokan buruh di Indonesia, termasuk aksi yang dilakukan oleh serikat pekerja kereta api VSTP yang memperjuangkan upah layak bagi anggotanya.

Dalam perjalanannya, ternyata roda besi memiliki sejarah yang luar biasa tentang Serikat Pekerja. Tepatnya pada tahun 1908, VSTP atau Vereniging Van Spoor-en Tramwegpersoneel merupakan Serikat buruh kereta api dan trem yang lahir di Indonesia.

Kemudian, Said Iqbal pun menjelaskan bahwa Garda Metal tidak lahir secara kebetulan, melainkan melalui proses panjang yang sarat militansi. Pelatihan dasar pertama (Latsar) Garda Metal dilakukan di Kalam Kopen dengan tujuan utama menjaga dan mengamankan jalannya aksi-aksi buruh FSPMI.

“Garda Metal lahir dari militansi yang sudah disiapkan dan ada tujuannya,” ujarnya.

Menurutnya, ruh dari gerakan buruh adalah demonstrasi. Dari rangkaian aksi tersebut, lahir berbagai pencapaian penting, termasuk peningkatan upah yang lebih signifikan dan hadirnya jaminan sosial bagi masyarakat.

Iqbal menegaskan peran penting Garda Metal dalam perjuangan lahirnya BPJS Kesehatan. Ia bahkan mengingat momen krusial ketika Garda Metal menjadi barisan terakhir yang bertahan di depan gedung DPR hingga dini hari.

“Siapa yang paling terakhir di gerbang DPR dalam menentukan lahirnya BPJS Kesehatan sampai dini hari? Garda Metal,” katanya.

Ia juga membagikan kisah personal saat menjalani pemasangan ring jantung di rumah sakit. Saat itu, seorang pasien menghampirinya dan mengungkapkan tanpa BPJS Kesehatan, ia tidak akan mampu mendapatkan tindakan medis tersebut.

Kisah itu, menurut Iqbal, menjadi bukti nyata bahwa perjuangan buruh berdampak langsung pada kehidupan masyarakat luas.

Masih dalam pidato sambutannya, Said Iqbal menegaskan bahwa Garda Metal merupakan pilar utama FSPMI yang tidak hanya hadir dalam aksi, tetapi juga menjadi penjaga terakhir organisasi.
“Organisasi ini didirikan bukan untuk mencari uang, tapi sebagai alat perjuangan buruh. Garda Metal adalah penjaga terakhir bila terjadi sesuatu terhadap organisasi,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa kepemimpinan di FSPMI, dahulu, sekarang terlahir dari kader-kader Garda Metal yang telah teruji dalam militansi dan perjuangan di lapangan.

Menutup pidatonya, Said Iqbal menginstruksikan seluruh anggota Garda Metal untuk tampil maksimal dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026.