Tangerang, KPonline – Ketua Majelis Nasional FSPMI, Said Iqbal, M.E., menegaskan pentingnya soliditas dan keyakinan dalam memilih pemimpin pada Kongres VII dan Munas SPA FSPMI. Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan konsolidasi FSPMI Banten yang digelar pada Senin, 2 Februari 2026, bertempat di Training Center FSPMI Tangerang Raya, Desa Tapos, Tigaraksa.
Konsolidasi tersebut dihadiri jajaran pimpinan FSPMI, di antaranya Presiden DPP FSPMI Riden Hatam Aziz, S.H., DPW FSPMI Banten Tukimin, KC Tangerang Raya Anwar Sanusi, Ketua Umum PP SPAMK H. Furqon, Sekretaris Umum SPL FSPMI Supriyanto, seluruh PC SPA se-Banten, serta para Ketua PUK se-Banten.
Dalam pemaparannya, Said Iqbal menjelaskan bahwa persiapan Kongres VII dan Munas SPA FSPMI telah dilakukan secara matang melalui berbagai tahapan, termasuk Rapat Pimpinan (Rapim) yang dihadiri oleh DPP FSPMI dan seluruh PP SPA FSPMI.
Ia menegaskan bahwa dalam Kongres nanti, waktu yang tersedia untuk menentukan arah organisasi lima tahun ke depan sangat singkat. Namun, seluruh keputusan akan ditempuh melalui musyawarah mufakat, dan apabila tidak tercapai, maka akan ditempuh mekanisme voting sesuai aturan organisasi.
“Jangan ragu dalam memilih pemimpin dan jangan terpancing oleh pihak-pihak yang sengaja menanamkan keragu-raguan dalam berorganisasi,” tegas Said Iqbal. Ia juga menanggapi beredarnya berbagai selebaran yang membangun opini bahwa FSPMI adalah milik pribadi, yang menurutnya tidak benar dan berpotensi memecah persatuan.
Said Iqbal meminta seluruh anggota FSPMI di Banten untuk tetap teguh, konsisten, dan berkomitmen dalam menentukan pemimpin lima tahun ke depan, karena keputusan tersebut akan sangat menentukan nasib buruh Indonesia.
“Perbedaan pendapat dalam Kongres adalah hal yang biasa. Namun yang terpenting adalah tetap menjaga keharmonisan dan kekompakan demi kebesaran FSPMI,” pungkas Said Iqbal.



