Bekasi, KPonline – Sekretaris Jenderal DPP FSPMI Sabilar Rosyad, menegaskan bahwa FSPMI ditakdirkan lahir sebagai organisasi perlawanan dalam konsolidasi perjuangan upah, khususnya terkait Upah Minimum Sektor Kabupaten/Kota (UMSK) Jawa Barat 2026 yang belum direvisi oleh Gubernur Jawa Barat.
Hal tersebut diungkapkan Sabilar Rosyad saat konsolidasi akbar yang diadakan di New Omah Buruh Bekasi pada Selasa, 3 Februari 2026.
Dalam sambutannya, Sabilar Rosyad menyampaikan bahwa FSPMI adalah organisasi yang mempunyai visi dan misi ke depan, ada konsep, ada strategi sehingga FSPMI menjadi organisasi pergerakan.
“FSPMI ditakdirkan lahir sebagai gen perlawanan,” katanya.
Konsolidasi dihadiri oleh Majelis Nasional FSPMI Said Iqbal, Ketua DPW Jawa Barat Suparno, Ketua PP SPAMK FSPMI Furqon, jajaran pengurus KC FSPMI, PC SPA FSPMI Bekasi, dan ketua PUK SPA FSPMI Bekasi.
Sabilar Rosyad menambahkan bahwa FSPMI dalam waktu dekat akan menyelenggarakan kongres VII di Mercure Convention Center Ancol.
“Dengan semangat kebersamaan dan kesetaraan maka kepesertaan diatur maksimal 10 orang bagi PUK yang anggotanya diatas 1000 demi kenyamanan pelaksanaan kongres,” kata Rosyad.
Hak suara dalam kongres dihitung berdasarkan anggota yang aktif membayar cos dibagi 100.
“Hak suara secara rinci diatur dalam ART FSPMI dan mekanisme penyaluran suara di tentukan oleh panitia dan sudah di buatkan surat keputusan,” pungkasnya.
Konsolidasi ini merupakan langkah awal dalam perjuangan buruh Jawa Barat untuk mendapatkan upah yang layak. Mereka siap melakukan aksi lebih lanjut jika tuntutan mereka tidak dipenuhi oleh pemerintah. (Yanto)