Sabilar Rosyad, S.H: Jaga Kesakralan Demokrasi, Bangga Berjuang Bersama di Tengah Tekanan

Sabilar Rosyad, S.H: Jaga Kesakralan Demokrasi, Bangga Berjuang Bersama di Tengah Tekanan

Jakarta, KPonline – Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Sabilar Rosyad, S.H, menegaskan bahwa Kongres VII FSPMI merupakan momentum penting dan sakral dalam perjalanan panjang perjuangan buruh metal Indonesia. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pembukaan Kongres VII FSPMI yang digelar di Jakarta.

Dalam sambutannya, Sabilar menyampaikan bahwa perjalanan organisasi bukanlah perjalanan singkat. FSPMI telah melalui proses panjang selama 5 tahun terakhir, bahkan 21 tahun perjuangan, yang penuh dinamika dan tantangan. Oleh karena itu, Kongres VII menjadi titik refleksi sekaligus penentu arah perjuangan ke depan.

Bacaan Lainnya

“Kita sudah lelah setelah perjalanan panjang ini. Kongres ke-7 inilah momentum kita,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Sekjen FSPMI juga menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada berbagai elemen yang selama ini menjadi bagian dari perjuangan buruh. Ia mengajak seluruh peserta memberikan tepuk tangan kepada afiliasi KSPI, para pendiri Partai Buruh, serta para penggerak dan pemilik Partai Buruh sebagai bagian dari sejarah dan ikhtiar politik kaum buruh.

Sabilar mengungkapkan bahwa kekuatan FSPMI saat ini sangat besar. Dengan jumlah anggota mencapai sekitar 1.300.000 orang, dan sekitar 250.000 anggota aktif dalam struktur perjuangan, FSPMI memiliki mandat besar dalam memperjuangkan kepentingan buruh metal Indonesia. Ada 900 orang yang hadir di Kongres ini selain itu melalui zoom meeting lewat online. Meski tidak semua anggota dapat hadir secara fisik di arena kongres, semangat dan mandat jutaan buruh tetap menyertai jalannya Kongres VII.

“Apa yang kita putuskan di Kongres ini bukan tanggung jawab kecil. Keputusan kita akan menentukan arah perjuangan jutaan buruh ke depan,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Sekjen FSPMI juga menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesempatan terselenggaranya Kongres VII, serta ucapan terima kasih kepada orang tua dan keluarga para pejuang buruh yang senantiasa memberikan doa dan dukungan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam proses persiapan, penyambutan, maupun penyediaan sarana dan prasarana masih terdapat kekurangan.

Kepada seluruh peserta yang datang dari berbagai daerah di luar Jakarta, Sabilar menyampaikan ucapan selamat datang dan berharap kebersamaan dalam kongres ini semakin memperkuat solidaritas organisasi.

Lebih lanjut, Sabilar menekankan pentingnya menjaga netralitas dan kesakralan proses demokrasi dalam Kongres VII. Menurutnya, proses ini harus dijalani dengan penuh tanggung jawab karena akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang mampu menjawab berbagai tantangan organisasi dan perjuangan buruh ke depan.

Ia juga menegaskan bahwa tema “Bangga Berjuang Bersama FSPMI” lahir dari situasi nyata yang dihadapi organisasi. Di tengah berbagai tekanan, tudingan, pembunuhan karakter, serta pihak-pihak yang tidak menyukai cara dan gerakan FSPMI, organisasi ini justru semakin meneguhkan sikap untuk tetap berdiri tegak dan konsisten dalam perjuangan.

“Di tengah tantangan yang tidak mudah, kita harus tetap menjaga semangat, solidaritas, dan militansi perjuangan. Kita tetap bangga berjuang bersama FSPMI,” pungkasnya.

Sambutan Sekjen FSPMI tersebut menjadi penegasan bahwa Kongres VII bukan sekadar agenda organisasi, melainkan forum sakral untuk melanjutkan estafet perjuangan buruh metal Indonesia secara bermartabat, demokratis, dan berlandaskan solidaritas kelas.

Pos terkait