Bekasi, KPonline – Ketika kemarau panjang membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih, serikat pekerja tidak memilih untuk sekadar menyaksikan. PUK SPAMK FSPMI PT Sanly Industries turun langsung membantu masyarakat.
Jumat (16/10/2026), PUK SPAMK FSPMI PT Sanly Industries menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Kampung Jati Pilar, RT 001 dan RT 002, RW 005, Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.
Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian nyata serikat pekerja terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan, di tengah kemarau yang berkepanjangan, kebutuhan air bersih menjadi persoalan serius bagi warga.
Bagi PUK Sanly, solidaritas tidak boleh berhenti di lingkungan pabrik, ketika masyarakat di sekitar perusahaan menghadapi kesulitan, serikat pekerja harus mampu hadir dan memberikan manfaat secara langsung.
Ketua PUK SPAMK FSPMI PT Sanly Industries, Fajar Indra, menegaskan bahwa kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari komitmen PUK untuk terus menumbuhkan kepedulian dan semangat berbagi.
“Tetaplah berbuat kebaikan kepada sesama. Hal ini akan terus PUK Sanly lakukan selama musim kemarau panjang masih menimpa masyarakat Bekasi saat ini,” ujar Fajar.
Menurutnya, kemarau bukan sekadar persoalan perubahan cuaca, Kondisi tersebut menjadi ujian bagi kepedulian sosial. Sebab, ketika air bersih sulit diperoleh, dampaknya langsung dirasakan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, penyaluran air bersih bukan hanya soal memberikan bantuan, tetapi juga tentang menghadirkan rasa kepedulian dan solidaritas di tengah masyarakat.
Apa yang dilakukan PUK Sanly juga mempertegas bahwa perjuangan serikat pekerja tidak hanya berbicara tentang upah, kesejahteraan, maupun persoalan hubungan industrial. Ada tanggung jawab sosial yang melekat ketika buruh hidup dan bekerja berdampingan dengan masyarakat.
FSPMI melalui PUK-PUK di berbagai daerah juga terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami kekeringan, Solidaritas tersebut menjadi bukti bahwa gerakan buruh tidak berdiri sendiri, melainkan tumbuh bersama lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.
Buruh bukan hanya berjuang untuk dirinya sendiri. Ketika masyarakat membutuhkan, solidaritas harus bergerak, Karena perjuangan akan lebih bermakna ketika keberadaan serikat pekerja juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.