Tuban, KPonline – Kongres VII dan Musyawarah Nasional (Munas) FSPMI yang digelar di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta, pada Minggu–Selasa, 8–10 Februari 2026, menjadi ajang penuh makna bagi para ketua dan pengurus serikat pekerja dari berbagai daerah.
Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah reuni Ketua PUK SPAI FSPMI PT Semen Indonesia, antara ketua lama Kacung Eko Yuwono dan ketua baru Shokhibusy Syaefi.
Bukan sekedar pertemuan biasa, reuni tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh nostalgia. “Bukan ganti kepengurusan namanya kalau nggak bikin kangen,” celetuk salah satu peserta yang menyaksikan kebersamaan keduanya di sela-sela agenda kongres.
Kacung Eko Yuwono, yang pernah memimpin PUK SPAI FSPMI PT Semen Indonesia, hadir membawa kenangan perjuangan masa lalu, mulai dari konsolidasi organisasi, aksi-aksi buruh, hingga upaya penguatan serikat.
Sementara itu, Shokhibusy Syaefi sebagai ketua baru hadir dengan semangat segar serta sederet program kerja untuk menjawab tantangan perburuhan ke depan.
Meski berasal dari generasi kepemimpinan yang berbeda, keduanya menunjukkan kesamaan visi dan semangat juang. Reuni ini menjadi simbol kesinambungan perjuangan buruh, bahwa estafet kepemimpinan di tubuh FSPMI bukan sekadar pergantian figur, melainkan kelanjutan nilai, militansi, dan komitmen terhadap kesejahteraan pekerja.
Kehadiran ketua lama dan ketua baru dalam satu forum nasional ini menegaskan soliditas organisasi serta pentingnya persatuan lintas generasi di tubuh FSPMI.
Kongres VII dan Munas FSPMI 2026 pun tidak hanya menjadi agenda untuk memilih pemimpin yang akan meneruskan tonggak kepemimpinan organisasi, tetapi juga momentum untuk mempererat ikatan emosional antarsesama pejuang buruh.
Dengan semangat kebersamaan yang tercermin dalam reuni tersebut, FSPMI diharapkan semakin kuat menghadapi dinamika dunia kerja dan terus menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak-hak buruh Indonesia.
(Imam Mujaidin – Kontributor Tuban)



