Reuni Emosional di Aksi Sosial: Kades Jomin Timur Kenang Perjuangan Bersama Buruh FSPMI

Reuni Emosional di Aksi Sosial: Kades Jomin Timur Kenang Perjuangan Bersama Buruh FSPMI
Wandi Prayoga saat menyampaikan sambutan | Foto by Fajar Setiady (MP Purwakarta)

Purwakarta, KPonline–Suasana berbeda menyelimuti acara Bakti Sosial Santunan 400 Anak Yatim yang berasal dari delapan desa di wilayah Kabupaten Purwakarta, yakni Cinangka, Dangdeur, Wanakerta, Cigelam, Cibungur, Bungursari, Cibening, dan Kamojing yang diinisiasi Garda Metal bersama Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KC FSPMI) Purwakarta. Kehadiran Kepala Desa Jomin Timur, Wandi Prayoga, menjadi sorotan utama dalam agenda yang digelar di Aula Kantor Konsulat Cabang FSPMI Purwakarta. Sabtu, (14/3/2026).

Bukan sekadar tamu undangan, Wandi Prayoga hadir sebagai “keluarga lama” yang pulang ke rumah. Dalam sambutannya, sosok yang kini memimpin Desa Jomin Timur ini mengenang kembali perjalanan panjangnya selama 20 tahun mengabdi di organisasi buruh tersebut sebelum akhirnya dipercaya warga menjadi kepala desa.

Dihadapan jajaran pengurus KC, PC, dan anggota Garda Metal, Wandi menceritakan bagaimana mentalitasnya ditempa di jalanan. Ia mengenang momen heroik tahun 2011 saat berjuang menolak upah murah dan menghapuskan outsourcing.

“Saya masih ingat betul perjuangan kita melumpuhkan kawasan BIC hanya dengan 12 orang dan satu mobil komando saat subuh. Itu kenangan luar biasa. Kita tidak berniat memberontak, tapi kita ingin perubahan,” ujar Wandi.

Ia pun memberikan penghormatan khusus kepada tokoh-tokoh senior seperti Fuad BM dan Ade Supyani (Ketua dan Sekretaris FSPMI Purwakarta) beserta para pimpinan lainnya yang ia anggap sebagai guru kehidupan.

Menurutnya, ilmu strategi dan pengambilan keputusan yang ia gunakan untuk memimpin desa saat ini adalah buah didikan dari organisasi FSPMI.

Sebagai mantan Sekretaris Garda Metal dan juga salah satu pengurus Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen (SPAMK) FSPMI PT. Sumi Indo Wiring Systems yang pernah merasakan dinginnya hujan dan teriknya panas di lapangan, Wandi berpesan agar seluruh anggota tetap solid. Ia memperingatkan adanya potensi pihak-pihak yang ingin memecah belah organisasi demi kepentingan pribadi.

“Bersihkan hati dulu, buang ego. Jaga organisasi ini baik-baik agar tetap menjadi kemuliaan sesuai tujuannya. FSPMI harus tetap satu visi,” tegasnya.

Kegiatan santunan anak yatim di delapan desa ini menjadi bukti bahwa semangat kepedulian buruh tidak hanya terbatas pada isu upah, tetapi juga menyentuh aspek sosial kemasyarakatan.

Wandi menutup sambutannya dengan memohon doa restu dari rekan-rekan seperjuangannya agar ia tetap amanah dalam menjalankan tugas di pemerintahan desa.

“Alhamdulillah, doa dari rekan-rekan semua yang membawa saya bisa menjalankan amanah di Desa Jomin Timur. Meski sekarang di pemerintahan, semangat pengabdian dan keikhlasan yang saya pelajari di organisasi ini tetap saya bawa,” pungkasnya.

Acara diakhiri dengan pemberian santunan secara simbolis dan buka puasa bersama serta mempertegas sinergi antara gerakan buruh dan pengabdian masyarakat di Kabupaten Purwakarta.