Purwakarta, KPonline – Perwakilan Pimpinan Pusat SPLP FSPMI yang juga menjabat sebagai Bendahara Umum, Rengga Pria Hutama, S.H menyampaikan sambutan penuh semangat dalam kegiatan Konsolidasi Akbar pasca Kongres dan Musyawarah Nasional Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Selasa (3/3/2026).
Kegiatan tersebut digelar di Aula Lapangan Badminton Konsulat Cabang FSPMI Kabupaten Purwakarta dan dihadiri para pengurus serta anggota dari berbagai daerah seperti Purwakarta, Karawang, Bekasi, Subang, Cirebon, Majalengka, Cianjur, Bandung, hingga Bogor.
Dalam sambutannya, Rengga menyampaikan hasil Musyawarah Nasional SPL FSPMI yang memutuskan akan segera meluncurkan logo baru sebagai bagian dari perubahan nama organisasi pada malam nanti. Jika sebelumnya bernama SPL (Serikat Pekerja Logam), kini resmi bertransformasi menjadi SPLP atau Serikat Pekerja Logam dan Pertambangan FSPMI.
Perubahan ini, menurutnya, bukan sekadar pergantian nama, melainkan perluasan ruang lingkup perjuangan. Dari yang sebelumnya hanya menaungi sektor logam, kini diperluas mencakup sektor pertambangan.
“Kenapa pertambangan kita masukkan? Karena secara faktual di lapangan, anggota kita di sektor tersebut sudah mulai terbentuk dan berkembang secara masif. Di beberapa daerah Indonesia Timur seperti Kalimantan, Sulawesi, dan wilayah lainnya, kekuatan kita sudah cukup besar. Bahkan dalam satu kawasan industri pertambangan terdapat sekitar 80.000 pekerja. Ini potensi besar yang harus kita wadahi secara resmi dan terorganisir,” tegas Rengga di hadapan peserta konsolidasi.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga soliditas organisasi setelah pelaksanaan Kongres dan Munas FSPMI. Menurutnya, konsolidasi bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum strategis untuk memperkuat barisan dan menyatukan visi perjuangan.
“Pasca Kongres dan Munas, kita harus semakin solid. Perbedaan pandangan adalah hal biasa dalam organisasi. Namun setelah keputusan ditetapkan, kita wajib menghormati dan mengawalnya bersama,” ujarnya.
Rengga menambahkan bahwa organisasi harus terus berkembang mengikuti dinamika di lapangan, termasuk memperluas jangkauan serta memperkuat sektor-sektor baru yang mulai tumbuh di berbagai daerah. Kekuatan FSPMI, lanjutnya, terletak pada kebersamaan, kedisiplinan, serta komitmen dalam memperjuangkan hak-hak anggota.
Selain itu, ia mengajak seluruh anggota untuk aktif berkontribusi dalam setiap agenda organisasi, baik di tingkat daerah maupun nasional. Tantangan ke depan dinilai semakin kompleks, sehingga dibutuhkan kerja kolektif dan kesadaran bersama untuk terus mengawal kebijakan yang berpihak kepada buruh.
Konsolidasi akbar ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penegasan komitmen seluruh elemen FSPMI untuk tetap bersatu, solid, dan konsisten dalam garis perjuangan organisasi.
Dengan semangat kebersamaan, diharapkan seluruh keputusan Kongres dan Munas dapat diimplementasikan secara nyata di setiap tingkatan kepengurusan.



