Ranto Apriyanto: Politik Belum Berpihak, Buruh Harus Perkuat Soliditas dan Perjuangan

Ranto Apriyanto: Politik Belum Berpihak, Buruh Harus Perkuat Soliditas dan Perjuangan

Karawang, KPonline – Ranto Apriyanto kembali dipercaya menjadi tutor dalam kegiatan pendidikan Problem Solving PUK SPAMK FSPMI PT Kasai Teck See Indonesia yang digelar di Villa Osfa Loji, Karawang pada 11–12 April 2026.

Mengawali sambutannya dalam suasana pasca-Lebaran, Bung Ranto menyampaikan ucapan mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh peserta yang hadir.

Bacaan Lainnya

Dalam pemaparannya, ia menyoroti kondisi ekonomi nasional, khususnya sektor otomotif Indonesia yang menurutnya sejak 2019 tengah menghadapi tekanan berat. Gempuran produk otomotif dari Tiongkok, terutama kendaraan listrik, serta konflik di Timur Tengah yang berdampak pada pasokan bahan baku seperti minyak bumi, menjadi faktor utama yang memperburuk situasi industri.

Selain itu, Bung Ranto juga mengulas kilas balik perjuangan FSPMI, mulai dari penolakan terhadap PP 78 hingga dinamika panjang terkait kebijakan Omnibus Law. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini, sejak terpilihnya presiden terbaru, kebijakan politik dinilai masih belum berpihak kepada kaum buruh.

Sebagai bentuk respon, FSPMI dalam waktu dekat akan menggelar aksi besar-besaran, baik di tingkat daerah maupun nasional. Bahkan, pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) mendatang, FSPMI memastikan tidak akan bergabung dalam peringatan yang diselenggarakan pemerintah di Monas.

Menutup penyampaiannya, Bung Ranto menegaskan bahwa kekuatan buruh terletak pada persatuan. Melalui serikat pekerja, banyak PUK yang telah berhasil meraih perubahan signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Namun, semua itu tidak diraih secara instan, melainkan melalui strategi yang konsisten, salah satunya dengan pendidikan dan regenerasi organisasi yang berkelanjutan.

Pos terkait