Pelalawan, KPonline-
Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Perkebunan dan Kehutanan (SPPK) se-Kabupaten Pelalawan, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), menyelenggarakan Rapat Kerja Unit Kerja (Rakernik), bertempat di Payo Atap, Kabupaten Pelalawan, Riau. Kegiatan ini mengusung tema “Pembahasan Isu Strategis dan Penetapan Target Perjuangan 2026” sebagai langkah konkret memperkuat konsolidasi organisasi serta semangat perjuangan buruh di sektor perkebunan, Sabtu, (11/01/2026).
Rakernik dihadiri oleh Ketua DPW FSPMI Provinsi Ria, Satria Putra, Ketua Konsulat Cabang (KC) FSPMI Pelalawan, Yudi Efrizon, Pimpinan Cabang (PC) FSPMI Riau Raya, Martius Effendi, dan seluruh jajaran pengurus PUK SPPK FSPMI Kabupaten Pelalawan. Forum ini menjadi ruang strategis bagi pengurus dan anggota untuk menyampaikan laporan kerja, mengevaluasi program, serta menyatukan pandangan dalam menentukan arah kebijakan dan perjuangan organisasi ke depan.
Mengingat pentingnya agenda ini bagi keberlangsungan perlindungan hak-hak anggota, kehadiran seluruh perwakilan pimpinan PUK dinilai bersifat wajib dan krusial. Konsolidasi yang solid serta kesamaan visi dipandang sebagai kekuatan utama dalam memperjuangkan kepentingan pekerja di sektor perkebunan dan kehutanan.
Dalam Rakernik tersebut, sejumlah isu strategis ditetapkan sebagai fokus perjuangan tahun 2026.
1. Evaluasi sistem kerja basis pemanen dan pemuat, meliputi peninjauan skema premi, kelayakan alat kerja, serta penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
2. Perjuangan kepastian status bagi Buruh Harian Lepas (BHL) agar memperoleh pengangkatan sebagai pekerja tetap (PKWTT) serta jaminan sosial ketenagakerjaan.
3. Peninjauan struktur dan skala upah, termasuk pemenuhan hak-hak normatif pekerja.
4. Penanganan isu krusial seperti sengketa hubungan industrial, PHK sepihak, serta penguatan advokasi hukum di tingkat PUK.
Martius Effendi menegaskan,” bahwa organisasi akan terus memperluas pengorganisasian di sektor perkebunan. “Kami akan membangun kesadaran pekerja tentang pentingnya berserikat, meningkatkan keanggotaan, serta memperkuat daya juang kolektif untuk melawan berbagai bentuk ketidakadilan, khususnya yang dialami buruh perkebunan kelapa sawit di Pelalawan”, ujarnya.
Melalui Rakernik ini, SPPK FSPMI Kabupaten Pelalawan menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai garda terdepan dalam memperjuangkan hak, kesejahteraan, dan keadilan bagi seluruh pekerja di sektor perkebunan dan kehutanan di Kabupaten Pelalawan.