Tuban, KPonline – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H, PUK SPAI FSPMI PT Pincuran Sinanjung Mas (PSM) menggelar kegiatan sosial bertajuk “Giat Ramadhan” dengan menyalurkan santunan kepada anak yatim piatu dan kaum dhuafa di wilayah sekitar perusahaan, pada Senin (16/02/2026).
Kegiatan ini menyasar masyarakat di enam desa yang berada di wilayah ring 1 PT Solusi Bangun Indonesia dengan total 200 penerima manfaat. Selain memberikan santunan kepada masyarakat yang membutuhkan, kegiatan ini juga menjadi bentuk apresiasi kepada tiga pilar stakeholder yang selama ini berperan menjaga kondusivitas dan hubungan baik dengan lingkungan perusahaan, yakni kepala desa, karang taruna, dan Tim 6 di masing-masing wilayah.
Ketua PUK SPAI FSPMI PT PSM, Matnur, turut hadir dan secara langsung menyerahkan santunan kepada para penerima manfaat. Ia menyampaikan bahwa kegiatan Giat Ramadhan ini merupakan wujud kepedulian buruh terhadap masyarakat sekitar sekaligus semangat berbagi di bulan suci.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkuat solidaritas sosial antara buruh dan masyarakat di sekitar perusahaan. Semoga bantuan ini bisa memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi para penerima,” ujar Matnur.

Di antara para penerima manfaat, terdapat sosok yang menyentuh perhatian banyak orang, yakni Nenek Cublung, warga Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban. Di usianya yang telah lanjut, Nenek Cublung hidup sebatang kara di rumah sederhana tanpa ditemani anak maupun keluarga.
Dalam kesehariannya, ia menjalani kehidupan dengan penuh kesederhanaan. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Nenek Cublung mengandalkan bantuan dari tetangga sekitar serta kepedulian masyarakat desa yang sesekali datang membantunya. Meski hidup dalam keterbatasan, ia dikenal sebagai sosok yang ramah dan penuh rasa syukur.
Saat menerima santunan dalam kegiatan Giat Ramadhan tersebut, raut haru tampak jelas di wajahnya. Bantuan yang diberikan tidak hanya berarti secara materi, tetapi juga menjadi tanda bahwa masih banyak orang yang peduli terhadap kehidupannya.
Kisah Nenek Cublung menjadi pengingat bahwa di sekitar kita masih banyak masyarakat yang membutuhkan uluran tangan. Melalui kegiatan sosial seperti ini, para buruh berharap dapat menghadirkan sedikit kebahagiaan bagi mereka yang menjalani hidup dalam keterbatasan.
Para stakeholder di wilayah sekitar perusahaan pun memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan oleh buruh FSPMI. Mereka menilai kegiatan sosial ini menunjukkan bahwa buruh tidak hanya memperjuangkan hak-hak pekerja, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat di sekitarnya.
Ke depan, kegiatan Giat Ramadhan diharapkan dapat terus menjadi agenda rutin setiap tahun sebagai wujud sinergi antara buruh, masyarakat, dan stakeholder dalam menciptakan lingkungan yang harmonis, peduli, dan saling mendukung.
(Imam Mujaidin – Kontributor Tuban)


