Mojokerto, KPonline – Minggu, 8 Februari 2026, bertempat di Kantor FSPMI Mojokerto menjadi hari penuh energi bagi anggota PUK SAI. Bidang 6 Pemberdayaan Perempuan PUK SAI menggelar Training Personal Development dan Attitude Excellent (PDAE) dengan tema inspiratif Do Your Passion and Also Be the Inspiration. Kegiatan ini dirancang untuk membekali peserta agar semakin mengenal diri, memahami pentingnya sikap unggul, serta memiliki kesadaran digital yang relevan dengan tantangan zaman.
Acara dibuka dengan suasana hangat oleh panitia, kemudian dilanjutkan sambutan dari perwakilan pengurus, Gatot. Dalam pesannya, beliau menekankan bahwa pemahaman terhadap digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Menurutnya, pekerja harus mampu memanfaatkan ruang digital untuk menyuarakan aspirasi buruh secara cerdas dan positif, agar perjuangan tidak selalu dipandang sebelah mata oleh pihak yang belum memahami realitas dunia kerja.
Sesi berikutnya diisi oleh Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan, Beni Indah. Ia menjelaskan secara mendalam tentang konsep PDAE Training, mulai dari tujuan, manfaat, hingga urgensinya bagi pekerja. Beni menegaskan bahwa pengembangan diri bukan sekadar meningkatkan keterampilan, tetapi juga membangun karakter dan kepercayaan diri agar pekerja lebih berdaya di lingkungan kerja maupun sosial.
Memasuki sesi inti, peserta mendapatkan materi dari narasumber Lailatul Fitriyah. Fitri, yang juga pernah menjadi pengurus PUK SAI dan kini berkarier sebagai Virtual Assistant serta Social Media Specialist, berbagi kisah perjalanannya menerapkan self development untuk berpindah karier. Ia mengajak peserta melakukan refleksi diri: apa potensi yang ingin dikembangkan, apakah skill, pengetahuan, karakter, atau sikap. Peserta juga diajak mengenali gap diri dan menyusun langkah nyata menuju versi diri yang lebih optimal. Suasana kelas menjadi hidup karena peserta aktif berdiskusi dan berani membuka pengalaman pribadi.

Di penghujung materi, Fitri mengajak peserta menatap realitas dunia yang semakin digital. Ia memaparkan pentingnya digital awareness serta fakta bahwa era digital melahirkan banyak profesi baru. Teknologi Artificial Intelligence diperkenalkan sebagai alat bantu untuk otomatisasi pekerjaan, asisten pintar, analisis data, pembuatan konten, hingga pembelajaran personal. Contoh-contoh praktis membuat peserta semakin sadar bahwa teknologi bukan ancaman, melainkan peluang untuk bertumbuh.
Keseruan semakin terasa ketika peserta diajak praktik langsung menggunakan Custom AI untuk brainstorming rencana pengembangan diri. Antusiasme terlihat dari banyaknya pertanyaan dan ide yang muncul. Beberapa peserta mengaku mendapatkan clarity tentang arah positif untuk pengembangan diri, bahkan merasa lebih percaya diri untuk melangkah.
Tak berhenti sampai di situ, Fitri juga menawarkan rencana tindak lanjut berupa sesi 1on1 bagi peserta yang ingin belajar lebih dalam tentang digital skill. Dari seluruh pendaftar, akan dipilih dua peserta dengan tujuan paling berdampak untuk mendapatkan pendampingan intensif. Langkah ini menjadi bukti bahwa training tidak sekadar seremoni, tetapi benar-benar ingin melahirkan perubahan nyata.
Lebih dari sekadar kegiatan pelatihan, terselenggaranya PDAE ini menunjukkan bahwa Bidang Pemberdayaan Perempuan PUK SAI telah melangkah lebih maju dan berpikir jauh ke depan. Pengurus tidak hanya melihat kebutuhan pekerja hari ini, tetapi juga tantangan dunia luar yang bergerak sangat cepat.
Pekerja perlu memahami perkembangan digital, mengenal potensi dirinya, serta memiliki ruang untuk bertumbuh sebagai manusia seutuhnya. Karena hidup tidak boleh hanya berkutat pada rutinitas produksi semata, namun ada nilai sosial, kualitas diri, dan self care yang juga harus dirawat.
Semangat itulah yang ingin ditanamkan: bahwa anggota PUK SAI bukan hanya pekerja di pabrik, tetapi pribadi yang berharga, yang berhak berkembang, bermimpi, dan mengambil peran lebih luas di masyarakat. Dengan langkah kecil namun konsisten seperti ini, PUK SAI sedang menyiapkan generasi pekerja yang lebih sadar, lebih berdaya, dan lebih siap menghadapi masa depan. (Lailatul Fitriah)



