Prilly Soroti Ancaman Pelecehan Seksual terhadap Pekerja Perempuan di PT PARIN

Prilly Soroti Ancaman Pelecehan Seksual terhadap Pekerja Perempuan di PT PARIN

Mojokerto, KPonline – Isu pelecehan seksual di tempat kerja mencuat dalam sesi laporan masing-masing komisi pada Musyawarah Unit Kerja (MUSNIK) IX PUK SPL FSPMI PT Pakarti Riken Indonesia yang digelar di Vanda Gardenia Hotel, Trawas, Mojokerto, Minggu (18/1/2026).

 

Bacaan Lainnya

Prihatin Ratnasari, pekerja perempuan yang akrab disapa Prilly, menyuarakan keresahan yang selama ini dialami pekerja perempuan di lingkungan PT PARIN. Ia menegaskan bahwa kondisi pekerja perempuan yang menjadi minoritas membuat mereka berada pada posisi rentan.

 

“Dari ribuan pekerja di perusahaan ini, jumlah pekerja perempuan hanya sekitar 30 orang. Situasi ini membuat kami rawan mengalami perlakuan tidak menyenangkan,” ungkap Prilly di hadapan peserta MUSNIK.

 

Prilly menyoroti berbagai bentuk perilaku yang ia nilai sudah mengarah pada pelecehan seksual, mulai dari komentar verbal, siulan, hingga cat calling yang kerap ia dengar di area kerja. Ia juga menyinggung sikap tidak peduli sebagian pekerja laki-laki, misalnya saat pekerja perempuan melintas di area toilet, yang menurutnya menciptakan rasa tidak nyaman.

 

Menurut Prilly, lelucon dan komentar bernuansa seksual di tempat kerja bukan hal sepele. Perilaku tersebut membuat pekerja perempuan merasa tidak nyaman, malu, bahkan tertekan secara psikologis.

 

Kondisi ini, lanjutnya, menjadi jauh lebih memprihatinkan ketika dialami oleh pekerja perempuan outsourcing. “Mereka berada pada posisi yang lebih lemah karena rentan diberhentikan. Akhirnya banyak yang memilih diam dan memendam sendiri keresahan itu,” ujarnya.

 

Melalui forum MUSNIK IX, Prilly mengajak seluruh anggota dan pengurus PUK SPL FSPMI PT PARIN untuk lebih serius dan konsisten memperjuangkan isu perlindungan pekerja perempuan dari pelecehan seksual, baik secara verbal maupun fisik.

 

Prihatin Ratnasari tercatat sebagai pekerja perempuan pertama yang aktif di serikat sejak berdirinya PUK SPL FSPMI PT Pakarti Riken Indonesia. Ia juga pernah menjabat sebagai pengurus selama satu periode dan berperan dalam mengenalkan serikat pekerja kepada sesama pekerja perempuan di perusahaan tersebut.

 

(Khoirul Anam)

Pos terkait