Jakarta, KPonline – Presiden FSPMI terpilih, Suparno, S.H., menegaskan pentingnya menjaga semangat persatuan dan soliditas organisasi dalam sambutannya pada rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) VI SPPJM FSPMI. Ia menilai bahwa nilai-nilai perjuangan organisasi dari kongres ke kongres nasional tetap konsisten dan harus terus dijaga.
Suparno menyampaikan bahwa sejak Kongres 2011, 2016, hingga 2021, arah dan semangat perjuangan organisasi tidak berubah, yakni memperjuangkan kepentingan buruh secara kolektif dan berlandaskan persatuan.
Dalam penyampaiannya, Suparno menekankan pentingnya menjaga kesolidan seluruh elemen organisasi, khususnya kepada kawan-kawan SPPJM sebagai bagian dari FSPMI. Ia mengingatkan bahwa kekuatan organisasi terletak pada persatuan, bukan pada kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Kita minta satu hal, jaga kesolidan. Jangan ada kesan kita terpecah. Di FSPMI ada pendiri-pendiri yang sudah sepuh, yang telah meletakkan dasar perjuangan. Itu harus kita hormati dan jaga bersama,” tegas Suparno.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh anggota FSPMI, termasuk SPPJM, merupakan bagian dari kekuatan besar organisasi. Tidak ada yang lebih hebat atau lebih kecil, karena semua memiliki peran penting dalam membesarkan organisasi.
“Siapa yang paling hebat? Kita semua di FSPMI adalah yang hebat. Jangan merasa kecil. FSPMI yang kecil harus menjadi besar,” ujarnya yang disambut tepuk tangan peserta Munas.
Lebih lanjut, Suparno menekankan bahwa organisasi tidak boleh kering dan stagnan, melainkan harus terus tumbuh dan berpikir besar. Kepentingan pribadi maupun kelompok harus dikesampingkan demi kepentingan organisasi, anggota, dan perjuangan buruh secara nasional.
“Organisasi ini dibangun bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok, tetapi untuk kepentingan anggota dan kaum buruh di Indonesia,” tambahnya.
Terkait jalannya persidangan, Suparno juga meminta percepatan proses agar seluruh agenda Munas dapat diselesaikan pada malam hari. Ia menyampaikan bahwa sidang akan dilanjutkan dengan sidang paripurna serta pelantikan pengurus secara simbolik, mengingat keterbatasan waktu.
“Pelantikan simbolik kita lakukan malam ini. Untuk pelantikan seremonial secara besar akan kita atur kemudian dengan mengundang seluruh unsur organisasi,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Suparno juga menyampaikan penghormatan dan ucapan terima kasih kepada para pendiri dan sesepuh organisasi, di antaranya Ridwan Panjaitan dan H. Sulaeman Ibrahim, yang hingga kini masih memberikan semangat dan kontribusi bagi keberlangsungan organisasi.
Menutup sambutannya, Presiden FSPMI terpilih itu menegaskan bahwa organisasi harus tetap kuat, dewasa dalam menyikapi perbedaan, serta konsisten pada tujuan awal perjuangan.
“Biarkan yang kecewa dan marah, kita atur dengan mekanisme organisasi. Karena sekali lagi, organisasi ini dibangun untuk kepentingan buruh Indonesia,” pungkasnya.
Munas VI SPPJM FSPMI menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan, menyatukan langkah perjuangan, serta memastikan organisasi terus bergerak maju dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan kaum buruh di Indonesia.



