Jakarta, KPonline – Kongres VII Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) resmi dibuka oleh Presiden FSPMI Riden Hatam Aziz, S.H. dalam suasana khidmat, penuh semangat persatuan, dan syarat nilai perjuangan. Pembukaan kongres ini mengusung tema “Bangga Berjuang Bersama FSPMI” dan disaksikan langsung oleh ribuan peserta dari seluruh Indonesia.
Dalam sambutan pembukaannya, Riden Hatam Aziz terlebih dahulu mengajak seluruh peserta untuk mendoakan para pendiri FSPMI yang telah wafat dengan membaca Surat Al-Fatihah satu kali. Sementara itu, peserta yang beragama non-Muslim dipersilakan untuk berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Momen tersebut menjadi simbol penghormatan atas jasa para pendiri sekaligus wujud nyata semangat toleransi yang terus dijaga FSPMI.
Pembukaan Kongres VII FSPMI ini turut didampingi dan disaksikan langsung oleh Para pendiri FSPMI, para pimpinan Ketua Umum PP SPA FSPMI, jajaran pengurus pusat, serta perwakilan struktur organisasi dari berbagai daerah.
Dalam pidatonya, Presiden FSPMI menegaskan bahwa Kongres VII bukan sekadar agenda lima tahunan, melainkan momentum strategis untuk meneguhkan arah perjuangan organisasi di tengah dinamika nasional dan global. Ia menekankan pentingnya konsistensi, militansi, serta kemandirian organisasi dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan buruh.
Mengusung tema Bangga Berjuang Bersama FSPMI, Riden Hatam Aziz secara langsung mengajukan pertanyaan kepada seluruh peserta Kongres VII. Dengan lantang ia menanyakan kesiapan peserta untuk terus setia berada di barisan perjuangan FSPMI, menjaga persatuan, dan memperkuat solidaritas organisasi. Pertanyaan tersebut disambut antusias dan penuh semangat oleh peserta kongres.
Sebagai penanda dibukanya Kongres VII FSPMI secara resmi, Presiden FSPMI kemudian memukul goong sebanyak tujuh kali. Tujuh kali pukulan goong tersebut melambangkan Kongres FSPMI yang ke-7 sekaligus menjadi simbol tekad bersama untuk melanjutkan perjuangan organisasi dengan semangat yang lebih kuat dan terarah.
Sebelum menutup sambutannya, Riden Hatam Aziz kembali menegaskan bahwa FSPMI akan terus berdiri sebagai organisasi perjuangan kaum buruh yang demokratis, inklusif, dan berkomitmen terhadap nilai-nilai keadilan sosial. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Kongres VII sebagai momentum konsolidasi dan penguatan organisasi menuju masa depan yang lebih baik.
Kongres VII FSPMI diharapkan mampu menghasilkan keputusan-keputusan strategis demi memperkokoh peran FSPMI sebagai kekuatan perjuangan buruh metal Indonesia.



