Jakarta, KPonline – Momen penuh kehangatan terjadi di Kongres VII Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) yang berlangsung di Ballroom Hotel Mercure Convention Center Ancol, Jakarta Utara. Dua tokoh penting gerakan buruh Indonesia, Andi Gani Nena Wea dan Ir. H. Said Iqbal, M.E, bertemu dan menunjukkan persaudaraan yang tulus meski berasal dari konfederasi berbeda.
Pertemuan tersebut berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Saat bertemu, keduanya saling berpelukan, menegaskan bahwa perbedaan organisasi tidak menghalangi semangat persaudaraan dan tujuan yang sama: memperjuangkan kesejahteraan kaum buruh di Indonesia.
“Walaupun kita berbeda konfederasi, tetapi tujuan kita sama, yakni memperjuangkan hak-hak buruh dan kesejahteraan mereka,” ujar Said Iqbal saat ditemui di sela-sela kongres. Andi Gani Nena Wea menambahkan, “Persaudaraan dan solidaritas di antara pekerja harus selalu dijaga, karena itulah kekuatan kita.”
Kongres VII FSPMI tahun ini menjadi momentum penting bagi seluruh elemen buruh untuk memperkuat jaringan, mempererat solidaritas, dan menegaskan komitmen mereka dalam memperjuangkan hak pekerja di Indonesia. Pertemuan hangat Andi Gani dan Said Iqbal menjadi simbol nyata bahwa perjuangan buruh tidak mengenal sekat organisasi, tetapi bersatu demi satu tujuan mulia.



