Bekasi, KPonline-Dalam memilih struktur kepengurusan di tingkat nasional untuk periode 2026-2031, Garda Metal sebagai pilar utama organisasi serikat pekerja Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) selenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) V Garda Metal yang digelar di Omah Buruh, Cikarang, Kabupaten Bekasi pada Senin (13/4/2026).
Bertajuk “Bagi Kami Lebih Penting Persatuan Dari Sekedar Jabatan,” dalam sambutannya, Panglima Koordinator Nasional (Pangkonas) Garda Metal FSPMI, Supriyadi alias Piyong, menegaskan bahwa kekuatan utama organisasi bukan terletak pada jabatan, melainkan pada persatuan dan soliditas antar anggota.
Di hadapan peserta Munas yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, Supriyadi membuka sambutan dengan menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pimpinan pusat dan daerah, meskipun beberapa diantaranya masih dalam perjalanan.
“Kita masih menunggu teman-teman pimpinan pusat lainnya, termasuk Ketua Majelis Nasional yang sekaligus Presiden KSPI Said Iqbal dan perwakilan dari pimpinan pusat serikat pekerja anggota (PP-SPA) . Ini menunjukkan bahwa Munas kali ini menjadi perhatian bersama dan momentum penting bagi kita semua,” ujarnya.
Supriyadi juga menyampaikan penghormatan kepada para peserta yang hadir dari berbagai wilayah, mulai dari Bekasi, Bogor, Purwakarta, Subang, Karawang, Cirebon hingga Jawa Timur. Tidak hanya dari Pulau Jawa, peserta juga datang dari luar daerah seperti Sumatera, Sulawesi, hingga wilayah Indonesia lainnya.
Menurutnya, kehadiran lintas daerah ini menjadi bukti bahwa Garda Metal telah berkembang menjadi kekuatan nasional yang semakin solid.
“Teman-teman dari luar Jawa, dari berbagai wilayah, bahkan dari daerah yang jauh, ini menunjukkan bahwa semangat perjuangan kita tidak pernah padam. Ini adalah kekuatan besar bagi Garda Metal,” tegasnya.
Dalam refleksi perjalanan organisasi, Supriyadi mengungkapkan bahwa periode 2021–2026 menjadi fase penting bagi Garda Metal. Selama lima tahun terakhir, organisasi tidak hanya aktif dalam aksi-aksi nasional dan daerah, tetapi juga memperkuat kapasitas anggotanya melalui berbagai pelatihan.
Ia menyebutkan bahwa pendidikan dasar hingga lanjutan telah dilaksanakan di berbagai daerah, termasuk pelatihan terakhir yang digelar di Sulawesi.
“Banyak hal yang sudah kita lalui. Aksi-aksi besar, konsolidasi daerah, hingga pendidikan kader. Ini semua menjadi fondasi kuat bagi Garda Metal ke depan,” katanya.
Saat ini, lanjut Supriyadi, Garda Metal telah berdiri di sekitar 16 provinsi di Indonesia. Ke depan, pihaknya menargetkan ekspansi organisasi ke wilayah yang belum terbentuk, seperti Kalimantan dan Papua.
“Mudah-mudahan periode berikutnya kita bisa membentuk Garda Metal di daerah-daerah yang belum ada. Ini penting untuk memperluas jaringan perjuangan kita,” ujarnya.
Salah satu capaian penting yang disoroti dalam periode ini adalah keterlibatan Garda Metal dalam momentum kebangkitan Partai Buruh. Supriyadi menegaskan bahwa Garda Metal menjadi bagian dari elemen yang turut mendorong lahirnya kekuatan politik buruh tersebut.
“Hal penting dari perjalanan lima tahun ini adalah terbangunnya Partai Buruh. Ini bukan hal kecil, ini adalah tonggak sejarah perjuangan kelas pekerja,” tegasnya.
Selain itu, Garda Metal juga disebut menjadi bagian dari penguatan basis massa melalui Garda Rakyat sebagai sayap gerakan yang lebih luas.
Dalam bagian paling penting dari sambutannya, Supriyadi mengajak seluruh peserta Munas untuk menjaga “rumah besar” organisasi, yaitu Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia.
Menurutnya, sebagai salah satu pilar penting dalam FSPMI, Garda Metal memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keutuhan organisasi.
“Kita ini pilar organisasi. Kita harus bela rumah besar kita. Kita tidak butuh jabatan, yang kita butuhkan adalah persatuan dan kesatuan,” tegasnya disambut tepuk tangan peserta.
Ia bahkan menegaskan bahwa siapapun yang terpilih dalam Munas V ini harus mengedepankan kepentingan organisasi di atas ambisi pribadi.
“Siapa pun yang terpilih, itu adalah amanah. Jangan jadikan jabatan sebagai tujuan. Yang utama adalah menjaga organisasi tetap solid,” ujarnya.
Konsolidasi dan Kemandirian Organisasi
Supriyadi juga menyinggung pentingnya kemandirian organisasi, termasuk dalam hal pembiayaan kegiatan. Ia mengapresiasi dukungan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) serta kontribusi dari berbagai daerah yang memungkinkan terselenggaranya Munas secara maksimal.
Menurutnya, kekuatan organisasi juga terletak pada gotong royong antaranggota.
“Ini bukan soal meminta, tapi bagaimana kita bersama-sama membangun dan membiayai organisasi kita sendiri,” katanya.
Ia juga menyinggung dinamika konsolidasi daerah yang terus berjalan, termasuk dorongan dari berbagai wilayah seperti Jawa Timur yang aktif dalam mengusulkan agenda-agenda organisasi.
Munas V Garda Metal FSPMI kali ini tidak hanya menjadi ajang pemilihan kepemimpinan baru, tetapi juga momentum untuk menentukan arah perjuangan organisasi ke depan melalui Garda Metal. Dengan berbagai tantangan ketenagakerjaan yang masih dihadapi buruh Indonesia, Garda Metal diharapkan tetap menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.
Di akhir sambutannya, Supriyadi kembali mengingatkan pentingnya loyalitas terhadap organisasi dan garis perjuangan yang telah ditetapkan.
“Kita tetap satu garis komando dengan organisasi, tetap tegak lurus dengan perjuangan buruh FSPMI. Mari kita jaga, kita rawat, dan kita besarkan rumah kita bersama,” pungkasnya.