Perkuat Sektor Perkebunan, PUK SPPK FSPMI PT. Adei Hadiri Kongres VII dan Munas FSPMI di Jakarta

Perkuat Sektor Perkebunan, PUK SPPK FSPMI PT. Adei Hadiri Kongres VII dan Munas FSPMI di Jakarta

Pelalawan, KPonline- Perwakilan Pengurus Unit Kerja Serikat Pekerja Perkebunan dan Kehutanan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PUK SPPK FSPMI) PT. Adei Plantation & Industry hadir langsung dalam agenda akbar Kongres VII FSPMI dan Musyawarah Nasional (Munas) SPA FSPMI yang diselenggarakan pada 8-10 Februari 2026 di Jakarta.

Kehadiran perwakilan dari Kabupaten Pelalawan, Riau ini merupakan komitmen nyata PUK SPPK FSPMI PT. Adei dalam mengawal isu-isu ketenagakerjaan, khususnya di sektor perkebunan kelapa sawit, sekaligus menentukan arah perjuangan buruh untuk lima tahun ke depan.

Selamat Riyanto sebagai perwakilan PUK SPPK FSPMI PT. Adei menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam kongres ini sangat krusial, mengingat dinamika aturan ketenagakerjaan dan tantangan upah layak yang terus berubah. “Kami hadir untuk memastikan suara pekerja perkebunan di Riau didengar di tingkat nasional. Kami siap mendukung kebijakan yang memperkuat posisi tawar buruh dan mendukung perjuangan Partai Buruh,” ujarnya.

Kongres VII FSPMI yang bertema “Bangga Berjuang Bersama FSPMI” ini menjadi ajang konsolidasi besar-besaran untuk melawan praktik kerja tidak adil, mengawal upah layak, dan memperjuangkan jaminan sosial.

Sebelumnya, PUK SPPK FSPMI PT. Adei Plantation memang aktif melakukan konsolidasi internal dan perundingan bipartit, termasuk memperjuangkan hak-hak pekerja di lingkungan PT. Adei Plantation & Industry. Kehadiran mereka di Jakarta menegaskan langkah perlawanan buruh perkebunan yang konsisten dan terorganisir.

Agenda utama Kongres yang diikuti sekitar 1000 peserta se-Indonesia ini meliputi evaluasi perjuangan 5 tahun terakhir, pemilihan Presiden FSPMI periode 2026-2031, serta perumusan strategi perjuangan Konsep, Loby, Aksi, dan Politik (KLAP).