Perkuat Lini Advokasi, Serikat FSPMI PT Hino Motors Manufacturing Indonesia Gelar Pelatihan Pembekalan Tim Bipartit

Perkuat Lini Advokasi, Serikat FSPMI PT Hino Motors Manufacturing Indonesia Gelar Pelatihan Pembekalan Tim Bipartit

PURWAKARTA – Bertempat di Ruang Training Konsulat Cabang (KC) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Purwakarta, Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen (SPAMK) FSPMI PT HMMI menggelar agenda penting berupa Pelatihan Pembekalan Bipartit pada Rabu, 4 Februari 2026.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas perwakilan pekerja dalam forum komunikasi dengan manajemen perusahaan.

Pembukaan dan Visi Organisasi

Acara resmi dibuka oleh Suryadi, Ketua PUK FSPMI PT HMMI. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa pelatihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan investasi sumber daya manusia untuk organisasi.

“Selamat datang di pelatihan ini. Saya berharap output dari pembekalan ini benar-benar bisa bermanfaat untuk kemaslahatan seluruh anggota serikat pekerja,” ujar Suryadi.

Tiga Prinsip Utama dan Kekuatan Data

Sesi materi dimulai oleh Supriadi, yang menjabat sebagai Pangkornas Garda Metal sekaligus Ketua Bidang Organisasi PUK SPAMK FSPMI PT HMMI.

Beliau menekankan tiga pilar karakter bagi perwakilan bipartit:

* Jangan berhenti belajar.

* Jangan sombong.

* Bermanfaat buat orang lain.

Antusiasme peserta semakin meningkat saat Didik Darmanto, Kepala Bidang Advokasi, memaparkan materi teknis. Didik mengingatkan bahwa setiap permasalahan di lapangan harus dihadapi dengan kesiapan data.
“Belajarlah dari setiap kasus. Jika menemukan masalah, pastikan didukung dengan bukti dan kronologi yang relevan agar advokasi kita kuat,” tegasnya.

Bipartit Sebagai Jembatan Komunikasi

Pasca istirahat, Arief Rosidi melanjutkan materi dengan gaya yang lebih santai namun substansial. Ia menyebut esensi bipartit sebenarnya adalah “ngobrol” atau berkomunikasi.

“Komunikasikan masalah di lini kerja yang tidak terjangkau serikat. Catat dan laporkan. Namun, jangan jadikan beban bahwa semua harus selesai di tangan kalian, karena segala sesuatu harus sepengetahuan serikat pekerja,” jelas Arief.

Sejarah dan Estafet Perjuangan

Kehadiran Fuad BM, Ketua KC FSPMI Purwakarta sekaligus mantan Ketua PUK PT HMMI, menjadi momen yang paling dinanti. Beliau berbagi sejarah berdirinya sistem bipartit di HMMI pada masa kepemimpinannya.

“Kalian adalah orang-orang terpilih yang akan meneruskan perjuangan. Sebagai pemegang SK Disnaker, lakukan advokasi dengan elegan dan tetaplah menjadi kepanjangan tangan serikat pekerja tanpa melampaui kewenangan,” pesan Fuad.

Agenda ditutup oleh Elvan, Sekretaris PUK SPAMK FSPMI PT HMMI. Ia memberikan pesan penyemangat agar tim bipartit tidak merasa rendah diri.
“Jangan minder, teruslah belajar. Dengan ilmu, komunikasi dan advokasi kita akan menjadi lebih berbobot dan dipertimbangkan oleh pihak perusahaan,” pungkas Elvan.