Jakarta, KPonline-Dalam Seminar Internasional Partai Buruh. Diskusi digelar untuk menjawab satu pertanyaan mendasar gerakan rakyat hari ini tentang bagaimana kemarahan, pengalaman ditindas, dan solidaritas bisa dikonversi menjadi kemenangan elektoral.
Seminar Internasional Partai Buruh yang berlangsung pada Minggu, 18 Januari 2026 di Tavia Heritage Hotel menandai suatu pergeseran penting tentang gerakan buruh dan rakyat bersama Partai Buruh tidak lagi berhenti pada narasi kecurangan, penindasan negara, dan eksploitasi pengusaha, melainkan masuk ke ranah strategi dan taktik merebut kekuasaan politik.
Hizkia Yoshie Palimpung sebagai moderator menegaskan bahwa kaum tertindas tidak memiliki modal besar, senjata, atau akses kekuasaan negara. Satu-satunya kekuatan nyata yang dimiliki adalah solidaritas dan pengalaman kolektif. “Tantangannya adalah bagaimana pengalaman pahit itu diterjemahkan menjadi kekuatan politik konkret, terutama dalam arena electoral politics yang selama ini didominasi oligarki,” katanya.
Pengalaman Gerakan progresif dihadirkan dalam seminar ini. Diantaranya adalah gerakan progresif Akbayan di Filipina, pengalaman Akbayan dalam pemenangan Pemilu, Strategi dan Support Kelas Pekerja.
Emmanuel Hizon dengan Partai Akbayan menjadi contoh bagaimana organisasi rakyat Filipina itu dapat naik kelas dari gerakan sosial menjadi kekuatan politik elektoral.
Menurut Emmanuel Hizon, Akbayan berangkat dari basis kelas pekerja, perempuan, petani, pelajar, pekerja informal, dan kaum miskin kota. Lewat konsistensi pengorganisasian internal dan eksternal, mereka berhasil menembus sistem politik Filipina.
“Akbayan memiliki kursi di parlemen, empat anggota kongres, hingga satu senator yang kini menjadi pemimpin oposisi demokratis, ujar Emmanuel Hizon vice president Akbayan Party (Partai Akbayan)
Singkatnya, kata Hizon, keberhasilan itu tidak datang tanpa kegagalan. Kekalahan berulang justru menjadi pelajaran penting tentang perlunya disiplin organisasi, pendidikan politik internal, dan adaptasi strategi elektoral.
Pesan utama seminar ini jelas bahwa aksi jalanan saja tidak cukup, begitu pula sekadar ikut pemilu tanpa basis massa yang terorganisir. Gerakan rakyat harus berani naik level. Membangun partai politik, menyiapkan kader, mengonsolidasikan pemilih dari anggota sendiri, dan terus mengevaluasi strategi. Kekuasaan, sebagaimana ditegaskan dalam seminar, tidak akan diberikan. Ia harus direbut secara sadar, kolektif, dan terorganisir.