Peringati HUT ke-27 FSPMI, Serikat Pekerja PT PARIN Sosialisasikan Kenaikan Upah 5,11 Persen

Peringati HUT ke-27 FSPMI, Serikat Pekerja PT PARIN Sosialisasikan Kenaikan Upah 5,11 Persen

Sidoarjo, KPonline – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) ke-27, Pimpinan Unit Kerja (PUK) SPL FSPMI PT Pakarti Riken Indonesia (Parin) menggelar rangkaian kegiatan di area parkir perusahaan, Jumat (6/2/2026).

 

Bacaan Lainnya

Peringatan ini penting bagi serikat pekerja untuk menegaskan keberadaannya sekaligus bisa menjadi alat menyampaikan hasil perjuangan terbaru, salah satunya terkait kenaikan upah tahun 2026 sebesar 5,11 persen yang telah disepakati bersama manajemen perusahaan.

 

Secara historis, PUK SPL FSPMI PT Pakarti Riken Indonesia tercatat hampir seumur dengan FSPMI. Jika FSPMI kini berusia 27 tahun, maka PUK Parin dipastikan bergabung sejak dua tahun awal berdirinya federasi dan akan genap berusia 25 tahun pada Oktober 2026 mendatang.

 

Rangkaian peringatan HUT telah dimulai sejak malam sebelumnya dengan pemasangan banner dan bendera organisasi di lingkungan perusahaan yang direncanakan terpasang selama satu bulan penuh. Pada pagi hari, anggota shift malam yang baru selesai bekerja berkumpul mengikuti doa bersama dan tumpengan sebagai wujud rasa syukur.

 

Sebanyak 15 orang pengurus PUK hadir dalam kegiatan tersebut, bersama perwakilan Konsulat Cabang, unsur Pimpinan Pusat SPL FSPMI yang bekerja di PT Parin, serta perwakilan manajemen perusahaan.

 

Dalam sambutannya, Ketua PUK SPL FSPMI PT Pakarti Riken Indonesia, Narwoko, S.H., menyampaikan hasil pembahasan kenaikan upah 2026 yang telah rampung dibahas secara bipartit dengan manajemen. Selain itu, ia juga mensosialisasikan program kerja hasil Musyawarah Unit Kerja (Musnik) ke-9.

 

Salah satu rekomendasi penting dari Musnik tersebut adalah kenaikan iuran COS menjadi Rp55.000 per bulan, sesuai ketentuan AD/ART organisasi sebesar 1 persen dari upah. Menurut Narwoko, kebijakan ini seharusnya sudah diberlakukan tahun lalu, namun tertunda akibat fokus pembahasan kenaikan upah.

 

Acara dilanjutkan dengan doa bersama untuk keberlangsungan dan kekuatan FSPMI yang dipimpin oleh Ustadz Wagianto. Sebagai simbol harmonisasi hubungan industrial, pemotongan tumpeng dilakukan oleh Ketua PUK dan diserahkan kepada manajemen PT Pakarti Riken Indonesia yang diwakili oleh Lusi Retnosari, selaku HRD perusahaan.

 

Peringatan HUT ke-27 FSPMI ini tidak hanya menjadi sarana merawat sejarah perjuangan, tetapi juga sebagai upaya merawat militansi serta rasa memiliki organisasi.

(Khoirul Anam-Foto oleh Jarwo)

Pos terkait