Bekasi, KPonline – Pendidikan Moral Pancasila (PMP) memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak dan remaja Indonesia. Bukan hanya soal hafalan nilai, tapi lebih ke bagaimana mereka hidup dengan nilai tersebut dalam keseharian. Pendidikan Moral Pancasila (PMP) bertujuan untuk membentuk karakter yang kuat, berakhlak, dan cinta bangsa.
Dikutip dari berbagai media dan pendapat beberapa guru yang dihimpun koran perdjoeangan (11/4/2026) ada beberapa manfaat utama Pendidikan Moral Pancasila (PMP) antara lain:
– Membentuk karakter yang baik, seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan sopan santun. Anak-anak yang mendapatkan PMP akan tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak dan memiliki integritas.
– Menumbuhkan rasa toleransi dan menghargai perbedaan agama, suku, dan budaya. PMP membantu anak-anak memahami bahwa perbedaan itu indah dan harus dihargai.
– Meningkatkan cinta tanah air dan semangat menjaga persatuan dan keutuhan negara. PMP menanamkan rasa bangga dan cinta terhadap bangsa, sehingga generasi muda punya semangat menjaga persatuan dan keutuhan negara.
– Membentuk pola pikir bijak dan tidak mudah terpengaruh hal negatif. Anak-anak yang mendapatkan PMP akan lebih mampu membedakan mana yang baik dan buruk, serta tidak mudah terpengaruh pergaulan bebas atau berita hoaks.
– Membangun sikap sosial yang peduli dan suka membantu. PMP menanamkan nilai gotong royong dan kepedulian sosial, sehingga anak-anak lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan suka membantu.
– Menanamkan kesadaran hak dan kewajiban sebagai warga negara. Anak-anak belajar bahwa sebagai warga negara, mereka punya hak tapi juga kewajiban yang harus dijalankan dengan seimbang.
Menurut salah satu juru didik (guru) yang enggan disebut namanya mengatakan bahwa Pendidikan Moral Pancasila (PMP) sangat fundamental. Pendidikan Moral Pancasila adalah dasar atau pondasi untuk membentuk karakter seorang siswa untuk menjadi generasi bangsa yang berkarakter.
Dengan demikian, PMP bukan sekadar pelajaran, tapi fondasi penting untuk menciptakan generasi yang berkarakter kuat, berakhlak, dan cinta bangsa. PMP membantu anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, toleran, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Oleh karena itu, PMP harus kembali menjadi prioritas dalam mata pelajaran pendidikan di Indonesia. (Yanto)