Pentingnya Buruh Berserikat, Memperkecil Ruang Eksploitasi Pekerja

Pentingnya Buruh Berserikat, Memperkecil Ruang Eksploitasi Pekerja

Pelalawan,KpOnline- Di tengah dinamika dunia kerja yang semakin kompleks, serikat pekerja menjadi instrumen penting untuk memastikan hak-hak buruh terlindungi. Baik di sektor perkebunan maupun industri, serikat pekerja berperan sebagai jembatan antara karyawan dan manajemen dalam memperjuangkan upah layak, keselamatan kerja, dan kepastian status kerja. Tanpa wadah kolektif, suara pekerja kerap tersebar dan sulit diperjuangkan secara efektif, Jum’at (02/01/2026).

Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) merupakan salah satu organisasi besar yang aktif memperjuangkan kepentingan buruh di berbagai sektor industri. Lewat perundingan bersama dan advokasi hukum, FSPMI membantu pekerja mendapatkan perlakuan adil dan menekan praktik pelanggaran hak normatif seperti upah di bawah standar dan minimnya jaminan sosial. Di Provinsi Riau, FSPMI bergerak aktif melalui konsolidasi anggota dan komunikasi dengan pemerintah daerah.

Bagi anggota serikat pekerja, terdapat manfaat nyata yang dirasakan. Anggota berhak atas pendampingan hukum saat terjadi perselisihan, advokasi dalam negosiasi kerja, serta akses pelatihan dan pendidikan organisasi. Anggota juga mendapat perlindungan kolektif dalam menghadapi kebijakan perusahaan, sementara pekerja yang tidak bergabung sering menghadapi persoalan secara individual tanpa dukungan struktural yang kuat.

Isu-isu ketenagakerjaan di sektor industri sering mencakup jam kerja panjang, risiko kecelakaan tinggi, fasilitas kesehatan terbatas, dan status kerja yang tidak pasti. Serikat pekerja hadir untuk memastikan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), upah yang sesuai regulasi, serta jaminan sosial. Di Riau, perjuangan tersebut diperkuat oleh aktivitas FSPMI yang rutin menyuarakan hak normatif pekerja di berbagai forum lokal.

Ketua DPW FSPMI Provinsi Riau, Satria Putra menegaskan,” pentingnya peran serikat dalam memperjuangkan hak pekerja di tingkat lokal. FSPMI mendukung penuh setiap langkah yang melindungi pekerja secara adil dan transparan, dalam dukungan terhadap pembentukan Satgas PHK oleh Pemerintah Provinsi Riau. FSPMI siap menjadi mitra untuk memastikan persoalan tenaga kerja di Riau diselesaikan secara bijak tanpa merugikan pekerja maupun perusahaan.”

Selain itu, Satria Putra juga mengingatkan perlunya kepercayaan dan solidaritas pekerja terhadap organisasi serikat. Dalam berbagai kesempatan, ia mendorong pendidikan dan sosialisasi kepada buruh untuk memahami pentingnya berserikat dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan yang kompleks. Hal ini bertujuan mencerdaskan sumber daya manusia pekerja dan menguatkan posisi tawar dalam perundingan industri.

Penguatan serikat pekerja seperti FSPMI dipandang sebagai langkah strategis bagi terciptanya hubungan industrial yang harmonis dan berkelanjutan. Dengan bergabung dalam organisasi struktural, pekerja tidak hanya memperoleh perlindungan hak, tetapi juga kesempatan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang menyangkut masa depan mereka. Kolaborasi yang sehat antara serikat, perusahaan, dan pemerintah diyakini sebagai kunci terciptanya hubungan industrial yang adil dan produktif bagi semua pihak.