Yogyakarta, KPonline — Pendiri Logam FSPMI Karawang, Bung Rengga Pria Hutama, S.H., menegaskan bahwa esensi Musyawarah Unit Kerja (MUSNIK) tidak boleh dipersempit hanya pada agenda pemilihan ketua atau kepengurusan baru. Kamis (15/1/26).
Menurutnya, MUSNIK merupakan proses organisasi yang utuh, sistematis, dan sarat dengan nilai perjuangan.
Hal tersebut disampaikan Bung Rengga saat memberikan motivasi dan pesan perjuangan kepada seluruh peserta MUSNIK VI PUK SPL FSPMI PT Bekaert Indonesia.
Ia menekankan bahwa MUSNIK adalah forum tertinggi di tingkat PUK yang menjadi wadah evaluasi, perencanaan, serta regenerasi kepemimpinan organisasi.
“Esensi MUSNIK bukan hanya soal siapa yang terpilih menjadi ketua, tetapi bagaimana proses organisasi itu berjalan dengan benar,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa proses MUSNIK harus diawali dengan penyampaian dan pembahasan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan sebelumnya sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi organisasi. Dari LPJ tersebut, anggota dapat menilai kinerja pengurus sekaligus menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan.
Setelah LPJ, lanjut Bung Rengga, MUSNIK harus menghasilkan program kerja yang jelas, terukur, dan berpihak pada kepentingan anggota selama satu periode kepengurusan. Program kerja inilah yang menjadi arah perjuangan organisasi, bukan kepentingan individu atau kelompok tertentu.
“Baru setelah itu, kita memilih kepengurusan yang mampu dan sanggup menjalankan program kerja yang telah disepakati bersama. Bukan sebaliknya, memilih orang dulu lalu mencari programnya,” ujarnya.
Menurut Bung Rengga, pemahaman yang benar terhadap esensi MUSNIK akan melahirkan kepemimpinan yang kuat secara legitimasi dan matang secara organisasi. Hal ini juga akan berdampak positif terhadap hubungan industrial yang harmonis dan kontribusi nyata serikat pekerja terhadap perusahaan.
Menutup sambutannya, Bung Rengga Pria Hutama, S.H., kembali mengajak seluruh peserta MUSNIK VI untuk mengikuti setiap tahapan musyawarah dengan penuh tanggung jawab, menjaga marwah organisasi, serta menjadikan MUSNIK sebagai momentum penguatan perjuangan PUK SPL FSPMI PT Bekaert Indonesia ke depan.



