Jakarta, KPonline-Bertajuk Bangga Berjuang Bersama FSPMI, Kongres VII dan Musyawarah Nasional (Munas) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) resmi diselenggarakan pada Minggu, 8 Februari 2026, bertempat di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara.
Forum ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Minggu hingga Selasa, 8–10 Februari 2026. Kongres diawali dengan pemutaran sinopsis film perjalanan dan perjuangan FSPMI, yang menggambarkan rekam jejak panjang organisasi ini dalam mengawal hak-hak buruh, dari isu upah layak, status kerja, hingga kebebasan berserikat.
Tayangan tersebut seolah menjadi pengingat bahwa setiap capaian hari ini lahir dari pengorbanan dan solidaritas kolektif para buruh.
Tak hanya itu, pembukaan Kongres VII FSPMI juga dimeriahkan dengan penampilan tarian tradisional dari tim tari sanggar Betawi. Kehadiran seni budaya lokal ini pun menjadi simbol kuat bahwa perjuangan buruh tidak terlepas dari akar budaya dan identitas rakyat, khususnya di Jakarta sebagai kota tempat Kongres digelar.
Kongres adalah forum tertinggi organisasi. Disinilah arah perjuangan ditetapkan, kebijakan diputuskan dan mandat anggota dijalankan. Pemimpin boleh berganti, namun perjuangan tak boleh putus.