Jakarta, KPonline-Solidaritas buruh lintas negara menggema kuat dalam Deklarasi Perjuangan dan Pembukaan Kongres V Partai Buruh yang digelar di Sport Mall, Jakarta, Senin (19/1/2026). Pimpinan Partai Sosial Demokrat, Akbayan, yang berdomisili di 36 Madasalin Street, Diliman, Quezon City, 1101 Metro Manila, Filipina, menegaskan bahwa perjuangan politik kaum pekerja tidak boleh berhenti di batas negara.
Pesan itu disampaikan langsung oleh Emmanuel Hizon, Vice President Akbayan Party, dalam pidatonya di hadapan peserta Kongres V Partai Buruh. Dengan sapaan “brother and sister”, Hizon menyampaikan salam solidaritas dari Filipina kepada gerakan buruh Indonesia.
“Atas nama 100 ribu anggota Akbayan, mitra-mitra kami dari berbagai sektor pekerja, gerakan sosial, hingga perusahaan sosial, kami mengucapkan selamat kepada Partai Buruh atas terselenggaranya Kongres Nasional ke-5 tahun 2026,” ujar Hizon.
Ia menegaskan bahwa Akbayan dan Partai Buruh memiliki akar perjuangan yang sama, yakni partai politik berbasis massa yang tumbuh dari rahim gerakan sosial. Menurutnya, kekuatan politik kaum pekerja hanya bisa dibangun melalui cara-cara yang revolusioner dan inovatif, bukan dengan politik elitis yang menjauh dari rakyat.
“Kami semua berasal dari komunitas dan gerakan masyarakat. Tugas kami adalah mengumpulkan kekuatan politik pekerja agar mampu memenangkan masa depan yang lebih baik bagi semua,” tegasnya.
Hizon juga menyinggung keselarasan nilai antara Akbayan dan Partai Buruh. Ia menilai visi Partai Buruh yang berlandaskan Pancasila memiliki resonansi kuat dengan komitmen Akbayan sebagai partai sosialis-demokratis yang menjunjung keadilan sosial.
“Kita tahu perjuangan ini tidak mudah. Jalan menuju kemenangan selalu dipenuhi tantangan. Tetapi dengan solidaritas internasional dan semangat bersama, kita yakin dunia yang lebih adil bagi seluruh pekerja bisa diwujudkan,” katanya.
Pidato tersebut pun menegaskan bahwa Kongres V Partai Buruh merupakan bagian dari gelombang perjuangan global kaum pekerja. Dari Manila hingga Jakarta, pesan yang disuarakan ternyata sama. “Buruh harus bersatu, berpolitik, dan menang”.