Peduli Lingkungan di Tengah Ancaman Karhutla, Serikat Pekerja FSPMI PT Musim Mas Ikut Tanam 1000 Pohon di Dayun

Peduli Lingkungan di Tengah Ancaman Karhutla, Serikat Pekerja FSPMI PT Musim Mas Ikut Tanam 1000 Pohon di Dayun

Siak, KPonline – Menunjukkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Perkebunan dan Kehutanan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PUK SPPK FSPMI) PT Musim Mas turut berpartisipasi dalam kegiatan bakti sosial penanaman 1.000 pohon di Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, pada Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan penghijauan yang mengusung tema Green Policing tersebut melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, serikat pekerja, dan masyarakat. Program ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi untuk memulihkan lingkungan serta menjaga kelestarian ekosistem yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.

Partisipasi PUK SPPK FSPMI PT Musim Mas menunjukkan bahwa peran serikat pekerja tidak hanya terbatas pada perjuangan hak-hak buruh, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap persoalan sosial dan lingkungan hidup.

Jika selama ini serikat pekerja dikenal melalui perjuangan menyampaikan aspirasi buruh di jalanan, kali ini para anggota turun langsung ke lapangan untuk berkontribusi dalam kegiatan penghijauan bersama berbagai unsur masyarakat.

Meski hujan mengguyur lokasi kegiatan sehingga agenda yang semula dijadwalkan pukul 07.00 WIB baru dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat anggota PUK SPPK FSPMI PT Musim Mas untuk mengikuti kegiatan hingga pelaksanaannya.

Di bawah kepemimpinan Ketua PUK SPPK FSPMI PT Musim Mas, Fulgentius Simarmata, para anggota tetap menunjukkan antusiasme dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan.

Fulgentius menegaskan bahwa kepedulian serikat pekerja tidak hanya berfokus pada persoalan ketenagakerjaan, tetapi juga harus diwujudkan melalui tindakan nyata untuk menjaga alam.

“Kita tunjukkan bahwasanya kita buruh tidak hanya peduli dengan isu perburuhan, tetapi juga peduli dengan alam dan lingkungan hidup,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Herry Heryawan, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Riau; Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo; Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, S.Ag., M.Si.; serta jajaran pemerintah Kabupaten Siak.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, menegaskan bahwa kegiatan penanaman pohon bukan sekadar acara seremonial, melainkan bentuk kesungguhan dan sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, serta masyarakat dalam memulihkan lingkungan yang terdampak karhutla.

“Hari ini kita menanam, mungkin kita tidak bisa melihat, merasakan, juga menikmati dari apa yang sudah kita usahakan. Tapi kelak anak cucu kitalah yang menikmatinya. Dan jika ini berhasil, bukan tidak mungkin jika di kemudian hari Kabupaten Siak akan menjadi paru-paru dunia,” tuturnya.

Sementara itu, Herry Heryawan menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga dan memelihara keberlangsungan lingkungan hidup. Menurutnya, upaya tersebut perlu didukung melalui green thinking, yakni pola pikir yang berorientasi pada kelestarian lingkungan, serta kebiasaan menjaga lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Program Green Policing ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI pada 2026. Melalui kolaborasi TNI, Polri, pemerintah daerah, serikat pekerja, dan masyarakat, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong pemulihan lingkungan serta meningkatkan kesadaran bersama terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam.

Keikutsertaan PUK SPPK FSPMI PT Musim Mas menjadi bukti bahwa perjuangan serikat pekerja dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk pengabdian. Tidak hanya memperjuangkan kesejahteraan buruh, tetapi juga mengambil bagian dalam menjaga lingkungan agar tetap lestari bagi generasi mendatang.