Karawang, KPonline – Ketua Pimpinan Cabang (PC) Serikat Pekerja Logam (SPL) FSPMI Kabupaten Karawang, Dedi Heryadi, dalam Konsolidasi Organisasi menegaskan bahwa Pimpinan Pusat SPL FSPMI tidak memiliki perjanjian atau kontrak politik dengan calon presiden manapun, baik Suparno maupun H. Abdul Bais.
Penegasan tersebut disampaikan sebagai bentuk komitmen SPL FSPMI dalam menjaga keakraban, kebersamaan, serta soliditas organisasi agar tetap fokus pada perjuangan kaum buruh dan penguatan organisasi ke depan.
“Secara prinsip, Pimpinan Pusat SPL menegaskan tidak adanya agreement atau kontrak politik dengan calon presiden manapun. Ini adalah komitmen kami untuk menjaga persatuan dan kebersamaan dalam menjalankan organisasi,” ujar Dedi Heryadi.
Meski demikian, berdasarkan hasil rapat internal Pimpinan Pusat SPL FSPMI yang melibatkan seluruh PC SPL se-Indonesia, SPL secara organisasi memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada Bung Suparno untuk memimpin Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) pada periode 2026–2031.
Selain itu, dalam forum Majelis Nasional (MN), Bung Said Iqbal ditetapkan sebagai calon tunggal. Kondisi ini membuat tidak adanya pilihan calon lain, meskipun secara mekanisme organisasi tetap tersedia opsi tidak setuju atau abstain.
Menurut Dedi, sikap ini menjadi poin penting dalam pelaksanaan Kongres dan Musyawarah Nasional (Munas) Serikat Pekerja Logam FSPMI ke-VII, yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan menjunjung tinggi nilai demokrasi organisasi.
“Sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu Serikat Pekerja Logam, SPL harus terus berkembang dan menjadi lebih baik di masa depan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dedi Heryadi menyampaikan bahwa SPL FSPMI Kabupaten Karawang mendukung sepenuhnya Bung Supriyanto sebagai calon tunggal Ketua Umum Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Logam FSPMI periode 2026–2031, guna melanjutkan estafet kepemimpinan dan menjaga kesinambungan perjuangan organisasi.
“Keputusan ini kami ambil demi stabilitas dan kemajuan organisasi yang kita cintai bersama,” pungkasnya.



