PC SPL FSPMI Karawang Tegaskan Efisiensi Kongres, Disiplin Organisasi, dan Fokus Perjuangan Nyata

PC SPL FSPMI Karawang Tegaskan Efisiensi Kongres, Disiplin Organisasi, dan Fokus Perjuangan Nyata

Karawang, KPonline – Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Logam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PC SPL FSPMI) Kabupaten Karawang menggelar Rapat Rutin Pengurus pada Senin, 26 Januari 2026, bertempat di Sekretariat Konsulat Cabang (KC) FSPMI Kabupaten Karawang, Telukjambe Timur. Rapat dihadiri 11 pengurus dan dipimpin langsung oleh Ketua Dedi Heryadi bersama Sekretaris Fadjar Setiawan, S.H.

Kehadiran di Kongres FSPMI dan Munas PP SPL FSPMI disesuaikan dengan kebutuhan dan efektivitas kegiatan, dengan mempertimbangkan kondisi keuangan organisasi yang terbatas akibat dana konsolidasi yang telah banyak terserap untuk agenda perjuangan di lapangan. Kebijakan keikutsertaan sepenuhnya menjadi kewenangan Ketua dan Sekretaris.

Bacaan Lainnya

Dalam pembahasan kasus PUK SPL FSPMI PT. Sumi Win Mukti (SWM), pengurus menegaskan bahwa organisasi tidak pernah menyampaikan tuntutan pribadi. Namun, pekerja dinilai telah lama menurunkan ego dan harga diri dengan menerima upah murah bertahun-tahun, sementara perusahaan belum menunjukkan keseriusan yang seimbang.

PC SPL FSPMI Karawang mendorong penyelesaian melalui Peraturan Perusahaan (PP) yang jelas, transparan, dan disaksikan oleh UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan serta instansi terkait guna mencegah konflik lanjutan.

Rapat juga secara tegas menolak pembuatan kontrak kerja baru bagi pekerja lama karena berpotensi menimbulkan persoalan baru.

Penyelesaian pelanggaran harus dilakukan melalui aturan yang benar dan berkeadilan, bukan melalui langkah administratif yang justru memperpanjang masalah.

Terkait dinamika internal, rapat mencermati adanya indikasi pelemahan terhadap tokoh-tokoh serikat yang vokal, sehingga diperlukan kehati-hatian dalam pola komunikasi dengan manajemen.

Meski demikian, organisasi menegaskan tidak pernah melarang anggota mengambil keputusan pribadi demi bertahan hidup, termasuk keluar dari keanggotaan, namun konsistensi perjuangan dan tanggung jawab organisasi tetap harus dijaga.

Sebagai langkah lanjutan, rapat menyepakati penguatan komunikasi dua arah, pembentukan tim pendataan dan komunikasi.

Seluruh agenda akan dijalankan dengan prinsip efisiensi, transparansi, musyawarah, serta fokus pada penguatan basis dan penyelesaian persoalan nyata anggota.

Pos terkait