Jakarta, KPonline – Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) melalui Dewan Pimpinan Pusat (DPP) menggelar Safari Ramadhan yang dirangkaikan dengan konsolidasi ideologi organisasi untuk wilayah DKI Jakarta, Bogor, dan Depok, Jumat (27/2/2026).
Kegiatan ini merupakan agenda lanjutan pasca pelaksanaan Kongres dan Musyawarah Nasional (Munas) VII FSPMI sebagai langkah memperkuat barisan dan menegaskan arah perjuangan organisasi periode 2026–2031.
Safari Ramadhan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan DPP FSPMI ke berbagai basis wilayah. Setelah sebelumnya menyambangi Provinsi Banten, kali ini konsolidasi dipusatkan di Kantor DPP FSPMI dengan melibatkan seluruh elemen struktur organisasi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Presiden dan Sekretaris Jenderal FSPMI, jajaran PP SPA FSPMI, DPW FSPMI, KC FSPMI, PC SPA FSPMI, hingga PUK FSPMI. Kehadiran lintas struktur ini menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga soliditas organisasi di tengah dinamika gerakan buruh.
Dalam forum konsolidasi, DPP FSPMI mensosialisasikan struktur dan susunan kepengurusan hasil Kongres dan Munas VII untuk periode 2026–2031. Penegasan struktur organisasi ini dinilai penting sebagai fondasi gerak perjuangan lima tahun ke depan.
Presiden FSPMI, Suparno, S.H., dalam arahannya menegaskan bahwa setelah Kongres dan Munas selesai, seluruh elemen organisasi harus kembali fokus pada kerja-kerja perjuangan.
“Kongres dan Munas sudah selesai, kita harus terus bergerak maju, meneruskan perjuangan yang belum selesai dan terus berbenah di kapal besar ini,” tegasnya di hadapan peserta konsolidasi.
Ia juga menyoroti dinamika internal yang sempat terjadi selama proses organisasi. Menurutnya, perbedaan pandangan dan konflik merupakan hal yang wajar dalam organisasi besar.
“Konflik internal itu wajar, dinamika organisasi seperti itu. Mari kita berbenah dan perbaiki bersama-sama,” ujarnya.
Suparno menekankan bahwa FSPMI tidak boleh lemah dalam menghadapi tantangan. Organisasi harus tetap berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) FSPMI serta AD/ART masing-masing SPA yang berlaku.
Selain pembenahan internal, DPP FSPMI juga mengingatkan pentingnya menjaga marwah organisasi sebagai rumah besar perjuangan kaum buruh. Konsolidasi ideologi dinilai krusial agar seluruh anggota tetap berada dalam satu garis perjuangan yang sama.
Isu-isu perburuhan seperti perjuangan upah, peningkatan kesejahteraan, dan perlindungan hak-hak buruh tetap menjadi prioritas utama yang harus diperjuangkan secara konsisten dan terorganisir.
Para peserta, mulai dari pengurus wilayah hingga tingkat PUK menyambut positif kegiatan tersebut. Safari Ramadhan dinilai menjadi momentum strategis untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat soliditas organisasi.
Melalui konsolidasi ini, DPP FSPMI berharap seluruh struktur organisasi di DKI Jakarta, Bogor, dan Depok semakin kokoh dan siap menjalankan program kerja periode 2026–2031 dengan semangat kebersamaan demi terwujudnya kesejahteraan kaum buruh di Indonesia.



