Surabaya, KPonline – Partai Buruh kembali menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan demokrasi yang adil dan setara bagi seluruh partai politik di Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam dialog publik yang disiarkan oleh JTV pada Rabu (21/1/2026), pukul 18.00–19.00 WIB, bertempat di Graha Pena, Jalan Frontage Barat, Jl. Ahmad Yani No. 88, Ketintang, Kecamatan Gayungan, Surabaya, Jawa Timur.
Acara yang dipandu oleh host Mustika Ratna tersebut menghadirkan Abdul Azis Rahmaddani Patty, mewakili Ketua Exco Partai Buruh Jawa Timur, sebagai narasumber utama. Dalam dialog tersebut, Abdul Azis memaparkan dua materi utama yang menyoroti isu demokrasi elektoral serta peran strategis generasi muda dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkeadilan.
Pada materi pertama, Abdul Azis menegaskan bahwa keberhasilan gugatan Partai Buruh di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait ambang batas parlemen 0% (parliamentary threshold/PT 0%) merupakan tonggak penting bagi demokrasi Indonesia. Putusan tersebut, menurutnya, membuka ruang keadilan bagi partai politik non-parlemen untuk berkompetisi secara setara dalam pemilihan umum.
Ia juga menyinggung terbentuknya Sekretariat Bersama GKSR (Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat) sebagai wadah konsolidasi partai politik non-parlemen dalam memperjuangkan kedaulatan suara rakyat.
Selain itu, Abdul Azis mengkritisi ketimpangan dalam proses verifikasi administrasi dan faktual (vermin–verfak) yang dinilainya tidak adil antara partai parlemen dan non-parlemen. Menurutnya, perlakuan berbeda tersebut mencederai prinsip demokrasi dan kesetaraan politik.
Memasuki materi kedua, Abdul Azis menekankan bahwa Partai Buruh merupakan partai terbuka bagi generasi milenial dan Gen Z, dengan landasan 13 platform perjuangan Partai Buruh, salah satunya jaminan sosial lengkap yang mencakup pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, hari tua, air bersih, pengangguran, hingga perumahan.
Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Partai Buruh secara konsisten melakukan pendampingan di bidang pendidikan dan ketenagakerjaan, yang dinilai sebagai fondasi utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Lebih lanjut, Abdul Azis menjelaskan bahwa Partai Buruh juga mengajak serta melibatkan Generasi Z untuk mengembangkan berbagai keterampilan, tidak hanya keterampilan digital, tetapi juga keterampilan di bidang kesenian, kreativitas, dan kebudayaan. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari penanaman nilai budi pekerti dan pembentukan karakter generasi muda Indonesia.
Dalam penutupnya, Abdul Azis menyoroti peran nyata Partai Buruh dalam penanganan bencana alam di berbagai wilayah, termasuk Sumatera dan Jawa Timur. Ia menegaskan bahwa Partai Buruh tidak hanya hadir dalam aksi solidaritas, tetapi juga aktif dalam pendampingan kesehatan masyarakat melalui sayap partai Jamkeswatch, sebagai bukti nyata keberpihakan Partai Buruh terhadap keselamatan dan kesejahteraan rakyat.
(Bunga Djo)



