Jakarta, KPonline-Wakil Ketua Executive Committee (Exco) DPW Partai Buruh Provinsi Papua Tengah, Menase Ugedi Degei, menilai Kongres Partai Buruh ke-V yang digelar di Jakarta menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat perjuangan sekaligus konsolidasi organisasi di semua tingkatan.
Kongres yang berlangsung di Golden Boutique Hotel, Jakarta. Selasa, (20/1/2026) tersebut, ungkap Menase, memberikan spirit baru bagi seluruh kader dan pengurus Partai Buruh, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Menurut kami, ada hikmahnya dengan Kongres Partai Buruh yang kelima ini karena memberikan spirit kepada seluruh pengurus, baik provinsi maupun kabupaten,” ujar Menase Ugedi Degei.
Ia menjelaskan, ke depan strategi politik Partai Buruh di Papua Tengah akan difokuskan pada upaya merangkul berbagai komunitas dan serikat pekerja. Mulai dari serikat nelayan, PKBM, hingga kelompok masyarakat akar rumput, akan dijadikan basis utama dalam memperkuat dukungan sekaligus memperjuangkan kesejahteraan rakyat.
“Seluruh strategi politik kami adalah bagaimana merangkul semua komunitas dan serikat, agar tujuan Partai Buruh untuk mewujudkan negara sejahtera bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Menase menegaskan pentingnya konsolidasi organisasi secara menyeluruh, mulai dari tingkat pusat, provinsi, hingga ke tingkat paling bawah. Konsolidasi tersebut akan diperkuat melalui pembentukan komunitas di tingkat RT dan kelurahan agar struktur partai semakin solid.
“Kami akan melakukan konsolidasi berjenjang sampai ke tingkat bawah dan mengembangkan komunitas-komunitas di tingkat RT dan kelurahan supaya solid dalam pencapaian hasil dan mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat bawah,” katanya.
Selain konsolidasi internal, DPW Partai Buruh Papua Tengah juga berencana memperluas kekuatan politik dengan membentuk serta merangkul berbagai sayap organisasi pekerja. Menase menyebut, pihaknya akan menggandeng serikat buruh di lingkungan korporasi besar seperti Freeport, SBSI, hingga SPMP, termasuk organisasi buruh yang dibentuk oleh putra-putri asli Papua.
Tak hanya itu, Partai Buruh Papua Tengah juga berencana membentuk organisasi sayap khusus bagi pendulang rakyat kecil yang menggantungkan hidupnya di sektor industri dan pertambangan tradisional.
“Masyarakat kecil yang hidup dari mendulang perlu perlindungan hukum.
Karena itu, kami akan membentuk Serikat Pendulang Rakyat Kecil di Papua Tengah agar mereka memiliki organisasi yang melindungi hak-haknya,” tegas Menase.
Dalam target politik ke depan, Menase optimistis Partai Buruh mampu meningkatkan perolehan kursi legislatif di Papua Tengah. Meski pada Pemilu 2024 lalu Partai Buruh bekerja dalam waktu yang relatif singkat, tingkat kepercayaan masyarakat dinilai cukup tinggi.
“Ke depan kami siap bekerja selama lima tahun. Kami menargetkan di Papua Tengah bisa meraih sekitar 20 hingga 50 kursi di tingkat kabupaten, meskipun medan kerja tidak mudah,” ungkapnya.
Terkait sistem pemilu, Menase menegaskan komitmen Partai Buruh Papua Tengah untuk tetap mendukung sistem pemilihan langsung oleh rakyat.
Ia menyebut masyarakat Papua menolak sistem pemilu yang dipilih oleh DPR.
“Kami di Papua berkomitmen bahwa pemilu harus dipilih langsung oleh rakyat, karena masyarakat awam harus diberi hak penuh untuk memilih langsung dari lapangan,” pungkasnya.