Jakarta, KPonline-Pengurus Partai Buruh dari unsur Serikat Petani Indonesia (SPI), menegaskan keyakinannya bahwa Partai Buruh adalah partai masa depan dan harapan rakyat dalam Kongres V Partai Buruh yang digelar di Boutique Hotel Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Di hadapan Presiden Partai Buruh Said Iqbal, jajaran pimpinan pusat, daerah, serta tamu internasional dari Akbayan Filipina dan Progressive Alliance, Ia menyebut capaian satu juta suara pada Pemilu lalu sebagai modal awal yang kuat, meski belum memenuhi ekspektasi. Menurutnya, pengalaman internasional menunjukkan bahwa persatuan buruh, petani, nelayan, dan rakyat desa adalah kunci kemenangan politik.
Ia mencontohkan keberhasilan partai buruh dan sosial demokrat di Amerika Latin, Brasil, Bolivia, hingga Australia, yang lahir dari rahim gerakan rakyat. “Partai Buruh secara konsep sudah benar. Tantangannya tinggal praktik dan konsolidasi,” tegasnya.
Yunus juga menyoroti pekerjaan rumah serius Partai Buruh, mulai dari penguatan struktur hingga tingkat desa, kesiapan saksi di setiap TPS, hingga kehadiran nyata saat rakyat dilanda bencana. Ia menekankan, Partai Buruh harus hadir lebih cepat dari partai lain, membela rakyat kecil yang paling menderita.
“Kekuatan kita bukan hanya suara, tapi keberpihakan. Jika itu konsisten, empat tahun ke depan Partai Buruh bisa menjadi kekuatan penentu,” pungkasnya.