Jakarta, KPonline-Partai Buruh bersama Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) datangi Gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Menara Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (30/1/2026). Aksi ini menjadi penegasan sikap Partai Buruh dan KSPI menolak segala bentuk intervensi politik atas kemerdekaan Palestina.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Federasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPMI) afiliasi KSPI sekaligus Ketua Exco Partai Buruh Jawa Barat, Suparno, menegaskan bahwa dukungan terhadap Palestina bukan sekadar isu luar negeri, melainkan panggilan sejarah dan moral bangsa Indonesia. Ia mengingatkan bahwa Palestina termasuk pihak yang sejak awal mendukung kemerdekaan Indonesia.
“Indonesia merdeka bukan atas pemberian. Palestina juga harus merdeka 100 persen tanpa tekanan dan intervensi negara mana pun,” tegas Suparno dalam orasinya di depan Gedung PBB.
Ia juga menyinggung Konferensi ILO ke-113 di Jenewa, Swiss, yang dinilai membuka ruang penting bagi representasi Palestina di forum internasional. Menurutnya, PBB harus benar-benar menjalankan mandatnya sebagai penjaga perdamaian dunia, bukan tunduk pada kepentingan negara adidaya.
Selain menyuarakan dukungan bagi Palestina, Suparno menyebut gerakan buruh juga tetap menjalankan kewajiban sosial di dalam negeri, termasuk solidaritas bagi buruh yang terdampak bencana banjir. Namun, isu Palestina tetap menjadi agenda utama yang akan terus dikawal.
“Aksi ini tidak berhenti hari ini. Jika perlu, sebelum Ramadan kami akan turun lagi. Sedikit atau banyak massa bukan soal, yang penting suara keadilan harus terus disampaikan,” ujarnya.
Partai Buruh dan KSPI menegaskan akan terus menekan PBB dan pemerintah Indonesia agar konsisten menolak penjajahan Israel serta berdiri tegas mendukung kemerdekaan Palestina tanpa intervensi Amerika Serikat maupun kekuatan global lainnya.