Narwoko : Tidak Ada Target Produksi dan Nilai Upah yang Sebanding dengan Nyawa serta Keselamatan Pekerja

Narwoko : Tidak Ada Target Produksi dan Nilai Upah yang Sebanding dengan Nyawa serta Keselamatan Pekerja

Sidoarjo, KPonline – Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bukan sekadar aturan formal, melainkan detak jantung dari keberlangsungan hidup setiap pekerja. Hal ini ditegaskan kembali dalam momen peringatan Hari K3 PT Pakarti Riken Indonesia (PARIN) 2026 yang berlangsung khidmat di lingkungan perusahaan pada Jumat (30/01/2026).

Acara peringatan tahunan ini memiliki makna yang mendalam bagi seluruh elemen perusahaan, terutama bagi PUK SPL FSPMI PT Pakarti Riken Indonesia. Sejak tahun 2021, momen ini secara konsisten diperingati untuk mengenang tragedi kecelakaan kerja fatal pada 30 Januari 2020 lalu yang menyebabkan seorang karyawan meninggal, ini juga sebagai penghormatan untuknya.

Ketua PUK SPL FSPMI PT PARIN, Narwoko, S.H., dalam sambutannya menekankan peran serikat pekerja sebagai garda terdepan dalam pengawasan K3. Menurutnya, serikat pekerja memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa setiap buruh yang berangkat kerja dengan semangat, harus bisa pulang ke rumah dengan selamat.

Narwoko menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni untuk mengenang atau mendoakan seseorang, melainkan momen refleksi bersama untuk menilai sejauh mana keamanan lingkungan kerja saat ini.

Presdir PT Pakarti Riken Indonesia, Masaki Oya memasang Badge K3 dilengan Ketua Serikat Pekerja, Narwoko SH

Ditegaskan bahwa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah hak dasar bagi setiap pekerja. bahwa tidak ada target produksi, pengiriman, kualitas, bahkan nilai upah atau lembur yang sebanding dengan nyawa dan keselamatan pekerja .

Mengacu pada tema nasional, Narwoko menyoroti pentingnya kolaborasi seluruh unsur:
– Pemerintah sebagai pengawas.
– Perusahaan pembuat kebijakan dan penyedia fasilitas.
– Pekerja yang wajib patuh dan disiplin pada aturan.
Serikat Pekerja sebagai mitra yang mengawasi, mengingatkan, serta siap memberikan kritik sekaligus solusi .

Narwoko menyampaikan apresiasi kepada pimpinan perusahaan atas upaya membangun budaya K3. Ia juga menegaskan bahwa Serikat Pekerja selalu siap berdialog dan menjadi pihak pertama yang diajak diskusi mengenai isu K3 .

Harapan utamanya adalah agar pekerja dapat bekerja dengan tenang tanpa rasa was-was, sehingga jika berangkat dalam kondisi utuh, mereka harus pulang ke keluarga dalam kondisi utuh pula.

Dirinya meyakini perusahaan akan terus berinvestasi pada aspek K3 dan mengajak seluruh pihak untuk berkomitmen mencapai target Zero Accident , Zero Fire dan Zero Claim.

Pada kesempatan ini, sebelum kegiatan berakhir, Presiden Direktur PT Pakarti Riken Indonesia, Masaki Oya memasang Badge peringatan K3 PT. Pakarti Riken Indonesia yang akan digunakan selama bulan K3 PT. Parin dan bulan K3 Nasional.

(Khoirul Anam)