Munas VII SPAMK Tegaskan Perjuangan Tanpa Henti Demi Kesejahteraan Anggota

Munas VII SPAMK Tegaskan Perjuangan Tanpa Henti Demi Kesejahteraan Anggota
Munas VII SPAMK FSPMI yang berlangsung di Hotel Mercure Convention Centre, Ancol Jakarta, Senin (9/2/2026) - Foto : Eddo

Jakarta, KPonline – Musyawarah Nasional (Munas) VII SPAMK resmi digelar di Hotel Mercure Convention Centre, Jakarta, Senin (9/2/2026), sebagai bagian dari rangkaian Kongres VII FSPMI. Forum tertinggi organisasi ini menjadi penegasan komitmen SPAMK untuk melanjutkan perjuangan organisasi secara konsisten dan berkelanjutan.

Event lima tahunan yang dibuka oleh Riden Hatam Aziz ini tidak hanya menjadi ajang penyampaian laporan pertanggungjawaban Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia selama satu periode kepengurusan saja, tetapi juga  untuk menentukan arah perjuangan organisasi lima tahun ke depan serta memilih kepengurusan Pimpinan Pusat SPAMK FSPMI periode 2026–2031.

Dalam sambutannya, sebelum membuka agenda ini, Riden Hatam Azis , menegaskan bahwa perjuangan di dalam FSPMI sarat dengan tantangan dan tidak pernah mudah. Ia mengingatkan bahwa perbedaan pandangan di dalam organisasi adalah bagian dari dinamika perjuangan, namun tidak boleh melemahkan barisan. Menurutnya, AMK harus terus berjalan sebagai alat perjuangan demi kesejahteraan anggota.

Senada dengan Riden, Furqon selaku Ketua Umum PP SPAMK FSPMI menegaskan kembali mengenai kondisi situasi regulasi yang dinilai semakin menekan kaum buruh, dirinya menegaskan bahwa organisasi serikat pekerja tidak boleh berhenti pada seremoni. Organisasi, menurutnya, harus menjadi alat perjuangan nyata yang hadir menyelesaikan persoalan anggota serta memperjuangkan kesejahteraan anggota dan keluarganya.

Mengenai tema Musnik yang diusung pada kali ini yaitu “Berjuang dari Awal hingga Akhir” sebagai sikap ideologis SPAMK. Ia juga menekankan pentingnya penguatan forum komunikasi serta solidaritas internasional yang terhubung dengan FSPMI, sebagai bagian dari memperkuat posisi tawar gerakan buruh.