Bekasi, KPonline-Pasca pelaksanaan Kongres VII dan Musyawarah Nasional (Munas) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Bertema “Bagi Kami Lebih Penting Persatuan Dari Sekedar Jabatan,” Garda Metal FSPMI menggelar Musyawarah Nasional (Munas) V di Omah Buruh Bekasi. Senin, (13/4/2026).
Agenda utama kegiatan ini adalah memilih jajaran kepengurusan baru untuk periode 2026–2031 sekaligus memperkuat peran Garda Metal sebagai garda terdepan perjuangan buruh FSPMI yang berafiliasi dengan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).
Seluruh jajaran kepengurusan Garda Metal FSPMI, baik itu ditingkat pusat (Nasional) maupun dari daerah di Indonesia hadir dalam giat ini.
Selain itu, Presiden FSPMI Suparno beserta Sekretaris Jenderal FSPMI Sabilar Rosyad, Ketua Majelis Nasional Said Iqbal dan Ketua Konsulat Cabang FSPMI Bekasi Sukamto yang diwakili Sarino dan seluruh pimpinan pusat serikat pekerja anggota (PP-SPA) juga tampak hadir dalam giat ini.
Garda Metal secara resmi dideklarasikan sebagai salah satu pilar FSPMI sejak 27 April 2008, bertepatan dengan pelaksanaan Pelatihan Dasar (Latsar) pertama di Kalam Kopen, Bekasi. Sejak saat itu, Garda Metal dikenal sebagai elemen militan yang memiliki karakter disiplin, loyal, dan siap berada di garis depan setiap aksi buruh.
Berbeda dengan pilar lainnya dalam tubuh FSPMI, Garda Metal memiliki tradisi khusus berupa pengambilan sumpah bagi setiap anggotanya. Sumpah ini menjadi fondasi moral sekaligus bentuk komitmen perjuangan yang harus dipegang teguh oleh setiap anggota.
Sumpah Garda Metal bukan sekadar formalitas, melainkan ikrar yang menegaskan kesiapan anggota untuk berjuang. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya mencerminkan karakter utama Garda Metal sebagai pasukan yang solid dan militan.
Beberapa poin penting dalam sumpah tersebut antara lain:
•Setia dan Loyal, sebagai bentuk pengabdian penuh terhadap organisasi
•Solidaritas, dengan semangat “satu terluka, semua merasakan sakit”
•Militan, siap melawan penindasan dan memperjuangkan hak pekerja
•Disiplin, taat pada aturan dan instruksi organisasi
Dengan sumpah ini, anggota Garda Metal diposisikan sebagai petarung yang tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga memiliki integritas dan tanggung jawab moral yang tinggi.
Selain sumpah, Garda Metal juga memiliki lima sikap yang menjadi pedoman dalam setiap aktivitas organisasi. Nilai-nilai ini kerap dibacakan dalam berbagai kegiatan sebagai pengingat komitmen bersama.
Kelima sikap tersebut pun dibacakan oleh seluruh peserta yang hadir dalam giat Munas ini, dimana lima sikap tersebut meliputi:
1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Menjaga nama baik Garda Metal dan FSPMI
3. Menjunjung tinggi solidaritas dan kepedulian
4. Disiplin, loyal, dan berani dalam berjuang
5. Setia kepada organisasi serta siap berkorban demi perjuangan
Nilai-nilai ini menjadi landasan utama dalam membentuk karakter anggota yang tidak hanya militan, tetapi juga beretika dan bertanggung jawab.
Sebagai pilar terdepan FSPMI, Garda Metal mengusung motto RESOLUSI, yang merupakan singkatan dari Rela, Solid, Lugas, dan Sigap. Motto ini mencerminkan identitas sekaligus semangat juang yang melekat pada setiap anggotanya.
•Rela: Berjuang dengan keikhlasan tanpa paksaan
•Solid: Mengutamakan persatuan dan kebersamaan
•Lugas: Tegas dan langsung dalam bertindak
•Sigap: Cepat tanggap dalam setiap situasi
Dengan semangat ini, Garda Metal pun menegaskan posisinya sebagai barisan terdepan yang siap mengawal aksi buruh dengan disiplin dan loyalitas tinggi. Mereka bukan sekadar peserta aksi, tetapi penjaga arah dan ketertiban perjuangan.
Pelaksanaan Munas V ini diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan baru yang solid dan mampu menjawab tantangan gerakan buruh ke depan. Di tengah dinamika ketenagakerjaan yang terus berubah, peran Garda Metal dinilai semakin strategis dalam memastikan setiap perjuangan buruh berjalan terorganisir dan bermartabat.
Dengan mengedepankan nilai sumpah, lima sikap, serta semangat RESOLUSI, Garda Metal FSPMI menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak-hak pekerja demi tercapainya hidup layak menuju kesejahteraan yang adil dan merata.