Meski Diguyur Hujan, SPDT FSPMI Sidoarjo Berbagi 500 Paket Takjil dari Dana Mandiri

Meski Diguyur Hujan, SPDT FSPMI Sidoarjo Berbagi 500 Paket Takjil dari Dana Mandiri

Sidoarjo, KPonline – Hujan deras yang mengguyur wilayah Sidoarjo tidak menjadi penghalang bagi para pekerja Kapal Api Group untuk menebar kebaikan. Dengan semangat yang tinggi, para buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Digital Platform dan Transportasi (SPDT) FSPMI ini turun ke jalan untuk membagikan ratusan paket takjil, Minggu (15/3).

Sebanyak 500 paket takjil disiapkan untuk para pejuang jalanan yang melintas di kawasan Raya Kletek, Taman, Sidoarjo. Sasarannya mulai dari pengendara angkutan umum, pengendara roda dua, sopir truk, hingga masyarakat sekitar yang sedang dalam perjalanan pulang menjelang waktu berbuka.

Aksi sosial ini dipimpin langsung oleh Ketua SPDT FSPMI Kapal Api, Mutaalimul Ulumiddin. Dengan mengenakan seragam kebanggaan, ia bersama puluhan anggota lainnya tetap bersemangat membagikan paket satu per satu di tengah rintik hujan.

“Semoga apa yang kami lakukan ini bermanfaat dan membawa keberkahan bagi masyarakat luas, serta bagi seluruh anggota yang terlibat langsung dalam agenda ini,” ujar pria yang akrab disapa Middin tersebut.

Middin menekankan bahwa kegiatan ini adalah bukti nyata kemandirian organisasi. Seluruh anggaran yang digunakan untuk pengadaan takjil berasal murni dari kontribusi dan iuran sukarela para anggota. Hal ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial pekerja tidak bergantung pada pihak luar, melainkan lahir dari kesadaran kolektif.

Kehadiran Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) SPDT FSPMI Sidoarjo, Achmad Chikam, menambah bobot semangat dalam aksi sore itu. Di sela-sela pembagian takjil, ia memberikan penguatan kepada para anggotanya mengenai pentingnya menjaga marwah organisasi melalui aksi nyata.

“Kegiatan seperti ini adalah cara kita merawat kebersamaan. Saya berharap solidaritas ini tidak hanya berhenti di jalanan saat berbagi takjil, tetapi juga terus dibawa ke dalam lingkungan kerja demi perjuangan hak-hak pekerja yang lebih besar,” tegas Chikam.

Aksi “Pekerja Kapal Api Peduli” ini berakhir sesaat sebelum kumandang azan Magrib. Meski pakaian basah karena hujan, terpancar rona puas dari wajah para pekerja setelah berhasil menuntaskan misi sosial mereka. Agenda ini membuktikan bahwa di balik kepulan asap pabrik dan rutinitas transportasi, ada hati yang hangat dan tangan yang selalu siap merangkul masyarakat sekitar.