Almarhum Thamrin Mosii dan R.H. Endang Thamrin, dua tokoh inspiratif pendiri FSPMI, telah meninggalkan warisan perjuangan yang luar biasa bagi kita semua. Mereka berdua telah berjuang seumur hidup mereka untuk memperjuangkan hak-hak buruh, dan kita harus menghormati dan menghargai jasa-jasa mereka.
Saya ingin bertanya kepada anggota FSPMI yang baru bergabung belasan tahun, apakah kita sudah mengenal betul tentang sejarah dan perjuangan mereka? Apakah kita sudah siap untuk meneruskan perjuangan mereka?
Thamrin Mosii dan R.H. Endang Thamrin, presiden dan sekretaris jenderal FSPMI pertama, dua tokoh yang sering berbeda pendapat, tetapi dengan kebesaran jiwa, mereka bisa saling memahami dan merawat perbedaan menjadi semangat perjuangan. Mereka menunjukkan kepada kita bahwa perbedaan bukanlah kelemahan, tetapi kekuatan.
Lalu, bagaimana dengan kita saat ini? Apakah kita sudah merasa paling hebat, paling kuat, sehingga perbedaan pendapat dipertajam menjadi perpecahan? Apakah kita sudah melupakan semangat perjuangan yang telah ditanamkan oleh almarhum Thamrin Mosii dan R.H. Endang Thamrin?
Kita harus belajar dari mereka, bahwa perbedaan bukanlah ancaman, tetapi kesempatan untuk memperkuat dan memperkaya perjuangan kita. Kita harus kembali ke jalan yang benar, dan memperjuangkan hak-hak buruh dengan semangat kebersamaan dan solidaritas. (Yanto)